
Peringatan Hari Pahlawan Nasional di MI Muhammadiyah 2 (Mutwo) Campurejo berlangsung meriah dan sarat makna. Para siswa mengikuti upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menghadirkan suasana penuh warna dan kebanggaan akan keberagaman Indonesia.
Tagar.co – Senin (10/11/2025), halaman MI Muhammadiyah 2 Campurejo (Mutwo) berubah menjadi panggung budaya Nusantara.
Barisan siswa dari kelas satu hingga enam berdiri rapi di bawah kibaran Merah Putih dengan balutan pakaian adat dari berbagai daerah. Warna-warni songket, batik, kebaya, ulos, dan busana tradisional lainnya berpadu menghadirkan suasana yang hangat dan sarat makna kebangsaan.
Baca juga: Guru Muda MI Mutwo Belajar Storytelling dan Media Digital di Journalist Camp
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas peringatan Hari Pahlawan Nasional, melainkan wujud penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa. Melalui upacara bendera dengan kostum adat, para siswa diajak mengenang sejarah sekaligus menjiwai nilai perjuangan, nasionalisme, dan keberagaman budaya Indonesia.
Pendidikan Karakter Lewat Pakaian Adat
Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Nurkhan, menegaskan pelaksanaan upacara dengan kostum adat merupakan bentuk pendidikan karakter yang selaras dengan arah kurikulum merdeka.
“Tujuan upacara bendera dengan kostum adat adalah menumbuhkan cinta tanah air dan mengenalkan kekayaan budaya Nusantara sejak dini,” jelas Nurkhan.
Menurutnya, pakaian adat bukan hanya atribut seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran langsung. Anak-anak belajar mencintai Indonesia melalui pengalaman konkret—mengenakan busana tradisional, menghargai keragaman, dan memahami makna identitas bangsa.
“Dengan pakaian adat, siswa belajar bangga sebagai anak Indonesia. Mereka memahami bahwa perbedaan suku dan budaya adalah keindahan yang harus dirawat bersama,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri dan menanamkan nilai toleransi. Prosesi upacara pun terasa lebih sakral karena seluruh peserta tampil dalam balutan busana tradisional, menghadirkan nuansa historis yang kuat.

Antusiasme Siswa dan Dukungan Orang Tua
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Uswatun Hasanah, mengapresiasi semangat seluruh peserta didik.
“Semangat anak-anak dalam mengikuti upacara Hari Pahlawan benar-benar mencerminkan semangat juang para pahlawan kita,” ujarnya bangga.
Tidak hanya siswa dan guru, para orang tua juga turut memberikan dukungan dan apresiasi. Mereka menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat karakter dan kecintaan anak terhadap budaya bangsa.
Teladan dari Para Guru
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran para guru dan tenaga pendidik yang juga mengenakan pakaian adat secara serempak.
Penampilan mereka menjadi inspirasi bagi para siswa, menunjukkan bahwa mencintai Indonesia bisa diwujudkan dalam hal-hal sederhana, seperti mengenakan busana tradisional dengan rasa bangga.
Dengan suksesnya kegiatan ini, MI Muhammadiyah 2 Campurejo berharap tradisi upacara berkostum adat dapat terus dilanjutkan setiap tahun sebagai sarana pembelajaran budaya dan penanaman karakter kebangsaan yang luhur. (#)
Jurnalis Lina Mudliyanah Penyunting Mohammad Nurfatoni












