
Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan.
Tagar.co — Kabin kereta gantung itu perlahan terangkat, meninggalkan stasiun Awana dan membawa rombongan siswa dan guru rombongan Foskam SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo melayang di atas hamparan hijau pegunungan.
Setelah menjalani agenda kunjungan edukatif di Pondok Modern Al-A’baqirah, rombongan beralih pada pengalaman relaksasi yang sarat sensasi: menaiki kereta gantung di kawasan pegunungan tersebut.

Udara sejuk pegunungan langsung menyambut saat rombongan tiba di kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut itu.
Di tengah lanskap hijau yang membentang luas, tour guide Zulhairi membagikan tiket kereta gantung—masing-masing senilai 19 Ringgit Malaysia untuk perjalanan pulang pergi dari Stasiun Awana menuju SkyAvenue.
Dengan cekatan, Zulhairi mengatur pembagian kelompok. Setiap kabin diisi rata-rata delapan orang, sesuai kapasitas. Para siswa dan guru kemudian berbaris rapi, menunggu giliran menaiki kereta gantung yang perlahan bergerak meninggalkan stasiun.

Sebelum keberangkatan, penumpang diingatkan untuk mematuhi sejumlah aturan keselamatan, seperti tidak menyandarkan tubuh pada pintu serta segera menghubungi petugas jika mengalami kecemasan selama perjalanan.
Pilihan destinasi ini bukan tanpa alasan. Ketua panitia perjalanan Foskam ke Malaysia dan Singapura, Ahmad Fachruddin Ibrahim, menegaskan bahwa pengalaman ini dirancang untuk memberi nilai lebih bagi peserta.
“Tujuannya tentu memberikan pengalaman baru sekaligus melatih keberanian. Wahana seperti ini belum bisa ditemui di Kota Sidoarjo,” ujarnya.

Perjalanan sejauh 2,8 kilometer itu menjadi momen yang tak terlupakan. Dari dalam kabin, rombongan disuguhi pemandangan hutan tropis yang membentang luas, sesekali tertutup kabut tipis yang menambah kesan dramatis.
Bagi sebagian siswa, ini adalah pengalaman pertama. Muhammad Ibnul Mubarrok, siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), mengaku terkesan.
“Rasanya sangat senang. Awalnya kaget karena pertama kali, tapi seru sekali bisa melihat alam dari ketinggian. Jalurnya juga panjang, di luar bayangan saya,” tuturnya.
Pengalaman tersebut bahkan meninggalkan keinginan untuk mencoba wahana serupa di tempat lain. Lebih dari sekadar perjalanan wisata, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Foskam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya akademik, tetapi juga membentuk keberanian dan pengalaman hidup bagi para siswa. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












