Feature

Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru

303
×

Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru

Sebarkan artikel ini
Tour guide Zulhairi membagi kelompok dan memberikan arahan (Tagar.co/Mahyuddin Syaifulloh)

Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan.

Tagar.co — Kabin kereta gantung itu perlahan terangkat, meninggalkan stasiun Awana dan membawa rombongan siswa dan guru rombongan Foskam SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo melayang di atas hamparan hijau pegunungan.

Di Genting Highlands, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (29/4/2026), perjalanan tak lagi sekadar perpindahan tempat, melainkan pengalaman pertama yang memacu adrenalin sekaligus rasa takjub.

Setelah menjalani agenda kunjungan edukatif di Pondok Modern Al-A’baqirah, rombongan beralih pada pengalaman relaksasi yang sarat sensasi: menaiki kereta gantung di kawasan pegunungan tersebut.

Lintasan kereta gantung di Genting Highlands (Tagar.co/Mahyuddin Syaifulloh)

Udara sejuk pegunungan langsung menyambut saat rombongan tiba di kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut itu.

Di tengah lanskap hijau yang membentang luas, tour guide Zulhairi membagikan tiket kereta gantung—masing-masing senilai 19 Ringgit Malaysia untuk perjalanan pulang pergi dari Stasiun Awana menuju SkyAvenue.

Baca Juga:  Hari Pertama di Malaysia, Rombongan Pelajar Muhammadiyah Sidoarjo Kunjungi Ikon Nasional

Dengan cekatan, Zulhairi mengatur pembagian kelompok. Setiap kabin diisi rata-rata delapan orang, sesuai kapasitas. Para siswa dan guru kemudian berbaris rapi, menunggu giliran menaiki kereta gantung yang perlahan bergerak meninggalkan stasiun.

Para siswa menikmati perjalan kereta gantung di Genting Highlands (Tagar.co/Frida Ayu Lestari)

Sebelum keberangkatan, penumpang diingatkan untuk mematuhi sejumlah aturan keselamatan, seperti tidak menyandarkan tubuh pada pintu serta segera menghubungi petugas jika mengalami kecemasan selama perjalanan.

Pilihan destinasi ini bukan tanpa alasan. Ketua panitia perjalanan Foskam ke Malaysia dan Singapura, Ahmad Fachruddin Ibrahim, menegaskan bahwa pengalaman ini dirancang untuk memberi nilai lebih bagi peserta.

“Tujuannya tentu memberikan pengalaman baru sekaligus melatih keberanian. Wahana seperti ini belum bisa ditemui di Kota Sidoarjo,” ujarnya.

Rombongan Foskam SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo secara bergantian menaiki kereta gantung sesuai dengan kelompoknya (Tagar.co/Mahyuddin Syaifulloh)

Perjalanan sejauh 2,8 kilometer itu menjadi momen yang tak terlupakan. Dari dalam kabin, rombongan disuguhi pemandangan hutan tropis yang membentang luas, sesekali tertutup kabut tipis yang menambah kesan dramatis.

Bagi sebagian siswa, ini adalah pengalaman pertama. Muhammad Ibnul Mubarrok, siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), mengaku terkesan.

“Rasanya sangat senang. Awalnya kaget karena pertama kali, tapi seru sekali bisa melihat alam dari ketinggian. Jalurnya juga panjang, di luar bayangan saya,” tuturnya.

Baca Juga:  Din Syamsuddin Ajak Warga Muhammadiyah Maknai Idulfitri

Pengalaman tersebut bahkan meninggalkan keinginan untuk mencoba wahana serupa di tempat lain. Lebih dari sekadar perjalanan wisata, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Foskam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya akademik, tetapi juga membentuk keberanian dan pengalaman hidup bagi para siswa. (#)

Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni