Feature

Wajah Pendidikan di Balongtunjung: Kala Guru Menjadi Teladan saat Upacara

35
×

Wajah Pendidikan di Balongtunjung: Kala Guru Menjadi Teladan saat Upacara

Sebarkan artikel ini
Upacara Hardiknas SDN 94 Gresik berkolaborasi dengan TK DWP Balongtunjung, menampilkan peran guru sebagai teladan.
Guru bertugas di upacara. (Tagar.co/Muhammad Syaifullah)

Upacara Hardiknas SDN 94 Gresik berkolaborasi dengan TK DWP Balongtunjung, menampilkan peran guru sebagai teladan.

Tagar.co – Pagi yang cerah di desa Balongtunjung, Benjeng, Gresik, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi panggung penuh wibawa. Sabtu (02/05/2026), lapangan SDN 94 Gresik tidak hanya penuh oleh barisan siswa, tetapi juga oleh semangat kolaborasi yang kuat dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

‎Upacara tahun ini menjadi istimewa karena mempertemukan dua jenjang pendidikan dalam satu barisan: siswa SDN 94 Gresik yang bersahaja dengan seragam Pramuka, bersanding dengan tunas-tunas muda TK DWP Balongtunjung yang tampil ceria. Sinergi ini menciptakan pemandangan harmonis tentang keberlanjutan pendidikan di wilayah tersebut.

‎Ada pemandangan yang memicu decak kagum. Jika biasanya guru berada di barisan belakang mengawasi, kali ini mereka mengambil peran sentral. Dengan balutan seragam Batik Korpri yang rapi, para guru bertugas sebagai pelaksana upacara—mulai dari pengibar bendera hingga pemimpin upacara.

‎Sosok Muhammad Syaifullah, M.Pd., atau yang akrab dengan sapaan Pak Ipul, mencuri perhatian saat menjalankan tugasnya memimpin barisan. Dengan suara yang menggelegar dan sikap tegap yang presisi, ia memberikan warna kepemimpinan yang nyata di lapangan.

Baca Juga:  Gema Literasi dan Langit Jingga di Pesantren Ramadan UPT SDN 94 Gresik

‎Kekaguman ini dirasakan langsung oleh Dutra Elshaddai Mamahani, siswa kelas IV.

‎”Luar biasa sekali! Saya sampai terpukau melihat bapak dan ibu guru jadi petugas. Apalagi Pak Ipul, suaranya sangat lantang dan tegas saat memimpin. Kami jadi makin bangga punya guru seperti mereka,” ungkap Dutra dengan antusias.

‎Dalam amanatnya, Nanang Hadi, S.Pd. selaku pembina upacara, menyampaikan pesan reflektif yang cukup tajam. Beliau mengingatkan, kemajuan pendidikan tidak bisa diukur hanya dari dokumen administratif.

‎”Kebijakan peningkatan mutu pendidikan akan layu jika tidak ditopang oleh 3M,” ujar Nanang. “Kita butuh Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa landasan itu, semua hanya akan menjadi formalitas kuantitatif tanpa makna.”

Baca Juga: Kolaborasi Siswa Kelas Atas Bertugas di Upacara SDN 94 Gresik

Upacara Hardiknas SDN 94 Gresik berkolaborasi dengan TK DWP Balongtunjung, menampilkan peran guru sebagai teladan.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib. (Tagar.co/Muhammad Syaifullah)

Kolaborasi Penguatan Transisi Siswa

‎Kolaborasi antara SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung ternyata bukanlah agenda dadakan. Menurut Bu Arni Ekayanti, S.Pd., Kepala TK DWP Balongtunjung, kegiatan bersama ini merupakan bagian dari penguatan transisi siswa.

Baca Juga:  Tes Kemampuan Akademik Lancar, Ini Sosok di Baliknya

‎”Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan. Kolaborasi antara SD dan TK sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak-anak sejak dini agar mereka tidak asing dengan lingkungan sekolah yang lebih besar,” jelas Yanti di sela-sela acara.

‎Bagi Muhammad Syaifullah, M.Pd., momentum Hardiknas ini adalah tentang pembuktian dedikasi. Ia menyampaikan pesan mendalam mengenai peran guru di masa kini.

‎”Guru adalah cermin bagi murid-muridnya. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tidak hanya bisa memberi perintah, tapi juga mampu memberi contoh dalam disiplin dan khidmatnya upacara. Semoga semangat Hardiknas ini menginspirasi kita semua untuk terus konsisten dalam mencetak generasi emas,” pungkas Ipul.

‎Upacara yang berlangsung penuh khidmat ini berakhir dengan jabat tangan hangat antar guru dan siswa, menyisakan semangat baru untuk memajukan pendidikan di Benjeng, Gresik. (#)

Jurnalis Muhammad Syaifullah Penyunting Sayyidah Nuriyah