
Agenda formal di Pondok Modern Al-A’baqirah berlanjut santai di meja makan, membuka ruang dialog lebih akrab antarpendidik.
Tagar.co — Diskusi pendidikan lintas negara antara Foskam SMP/MTs Sidoarjo dan Pondok Modern Al-A’baqirah di Kuala Lumpur menemukan momentumnya di meja makan, saat nasi mandi disajikan sebagai penutup agenda, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan bertajuk Integrasi Budaya dan Ilmu yang berlangsung di lembaga yang berada di bawah naungan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) ini diawali dengan penampilan budaya dari santri, disusul penampilan pelajar SMP Muhammadiyah Sidoarjo.
Rangkaian sambutan dan sesi tanya jawab seputar pembelajaran Bahasa Arab memperkaya suasana akademik sebelum peserta berbaur dalam sesi santai.
Baca juga: Foskam SMP/MTs Sidoarjo Bawa Misi Budaya ke Kuala Lumpur
Di meja bundar, percakapan strategis mengalir dalam balutan obrolan ringan. Pimpinan pondok, Muhammad Al Zubair, berdiskusi dengan Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, Syaifullah, S.Psi., M.M., serta Ketua Foskam SMP/MTs, Agus Widiyanto, M.Pd.
Mereka membahas arah pengembangan sekolah dan penguatan mutu pendidikan.
“Di Muhammadiyah ada prinsip sekolah unggul berkemajuan. Artinya, meskipun sudah baik, sekolah tetap harus terus berbenah,” ujar Syaifullah.

Hidangan yang Mencairkan Diskusi
Momentum makan siang menjadi penutup yang tak kalah bermakna. Nasi mandi lengkap dengan ayam merah, daging masak hitam, kuah dacca, keripik pangsit, semangka, dan jus jeruk tersaji di tengah alunan musik nasyid. Para siswa menikmati hidangan dengan mengambil porsi sesuai selera, menambah nuansa kebersamaan.
Kepala MTs Muhammadiyah 1 Taman, Mochammad David El Hakim, S.Th.I., M.Pd, mengungkapkan kesannya. “Saya suka mencoba masakan baru. Ini cocok di lidah saya, mirip masakan India dengan rempah yang kuat,” ujarnya.
Setelah santap bersama, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau proses pembelajaran di beberapa kelas serta mengamati fasilitas laboratorium. Kunjungan ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus mempererat jejaring kerja sama pendidikan lintas negara. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












