Feature

Halalbihalal Miosi: Perkuat Ukhuah, Apresiasi Amal Ramadan Siswa

223
×

Halalbihalal Miosi: Perkuat Ukhuah, Apresiasi Amal Ramadan Siswa

Sebarkan artikel ini
Yunan Daris, M.Pd.I., menyampaikan tausiyah dalam kegiatan halalbihalal SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Senin (30/3/2026). (Tagar.co/Mahyuddin Syaifulloh)

Selain mempererat persaudaraan, sekolah juga memberi penghargaan kepada siswa yang aktif beribadah melalui program Miosi Smart Card.

Tagar.co — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Sejak pukul 08.00 WIB, seluruh siswa, guru, dan karyawan berkumpul di Aula At-Tanwir dalam kegiatan halalbihalal, tradisi khas masyarakat Indonesia pasca-Ramadan.

Lebih dari sekadar agenda rutin, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan hati setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Talent Show Miosi, Tiap Siswa Tampilkan Kreasi

Mengawali tausiyah, pemateri Yunan Daris, M.Pd.I., menyampaikan makna halal bihalal secara lugas. “Halal bihalal itu istilah khas Indonesia. Halal dan haram memang satu paket, tetapi dalam konteks ini, maknanya adalah saling memaafkan. Jika kalian memiliki kesalahan, mari saling memaafkan,” ujarnya.

Pesan tersebut disambut anggukan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian.

Suasana semakin hidup saat pemateri mengajak siswa mengingat kembali nama-nama bulan Hijriah sebagai selingan (ice breaking). Dengan penuh semangat, para siswa melafalkannya bersama. “Ayo kita ingat kembali bulan-bulan dalam Islam. Ini bagian dari identitas kita,” ajaknya.

Baca Juga:  Materi Jurnalistik Menjadi Sarapan Pagi PIP IPM SMP Miosi

Memasuki inti materi, Yunan mengangkat tema persaudaraan dengan merujuk pada Surah Al-Hujurat ayat 10. Salah satu siswa, Muhammad Fairuz Firdaus dari kelas IX A, diminta membacakan arti ayat tersebut: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Menegaskan makna ayat tersebut, ia menjelaskan bahwa persaudaraan tidak hanya terikat oleh hubungan darah. “Saudara tidak selalu karena nasab, tetapi juga karena iman. Kalian semua di Miosi ini adalah saudara seiman,” tuturnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mengucapkan salam sebagai bentuk doa ketika bertemu sesama.

Selain itu, ia mengulas kembali tujuan ibadah puasa Ramadan. “Allah telah menjelaskan dalam Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan puasa adalah agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. Setelah Ramadan, seharusnya kita menjadi lebih baik,” katanya.

Pada sesi refleksi, Yunan menekankan pentingnya keikhlasan dalam memaafkan. “Jangan hanya berjabat tangan, tetapi hati belum memaafkan. Jika ingin kembali suci, maka maafkan dengan tulus,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kebersamaan dan sinergi tidak akan terbangun tanpa hati yang bersih. “Mari kita bekerja sama dalam kebaikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  SMP Miosi Luncurkan Monitoring Ramadan Digital

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif beramal selama Ramadan melalui aplikasi Miosi Smart Card (MSC). Wakil Kepala Sekolah Miosi, Frida Ayu Lestari, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada siswa yang istikamah dalam tadarus, salat berjamaah, puasa, infak, dan tarawih. Bahkan, siswa yang telah melaksanakan puasa Syawal juga mendapatkan tunjangan hari taya (THR) sebagai motivasi tambahan.

Kegiatan ditutup dengan momen saling memaafkan. Dimulai dari antarsiswa, kemudian berlanjut kepada guru hingga seluruh karyawan. Suasana haru terasa saat mereka saling berjabat tangan dan mengucapkan maaf.

Seperti yang disampaikan pemateri di penghujung acara, “Hari ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi awal untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat persaudaraan.” (#)

Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni