
Putrajaya, Batu Caves, dan Menara Kembar Petronas menjadi destinasi awal peserta Mypo 3.0 dalam memahami budaya dan kemajuan Malaysia.
Tagar.co — Sebanyak 96 siswa dan 21 guru SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo diberangkatkan ke Malaysia dan Singapura untuk mengikuti Moslem Youth Project Olympiad and Culture Exchange (Mypo) 3.0, Selasa (28/4/2026). Rombongan berangkat melalui Bandara Internasional Juanda dalam dua kloter dan dijadwalkan bertemu di Kuala Lumpur.
Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo mengoordinasikan keberangkatan ini sebagai bagian dari program internasional yang diikuti para pelajar.
Baca juga: Delapan Siswa Miosi Berangkat Mengikuti MYPO 3.0 di Malaysia dan Singapura
Pemberangkatan terbagi menjadi dua kloter. Kloter pertama berasal dari SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 4 Porong, SMP Muhammadiyah 6 Krian, SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin, dan SMP Muhammadiyah 9 Boarding School. Mereka berangkat pukul 05.00 WIB dari Bandara Internasional Juanda.
Sementara itu, kloter kedua meliputi SMP Muhammadiyah 2 Taman, SMP Muhammadiyah 3 Waru, serta SMA Muhammadiyah 5 Tulangan. Kedua rombongan dijadwalkan bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setibanya di Malaysia, para peserta menjalani sejumlah lawatan awal sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan adaptasi wilayah sebelum mengikuti agenda utama Mypo.
Kunjungan pertama dilakukan ke Putrajaya, pusat pemerintahan baru Malaysia yang sebelumnya berada di Kuala Lumpur. Di kawasan ini, peserta melihat tata kota yang tertata rapi dengan konsep kota hijau.
Perjalanan dilanjutkan ke Batu Caves, salah satu situs bersejarah umat Hindu di Malaysia yang berupa bukit kapur ikonik dengan rangkaian gua dan kuil.
Kunjungan hari pertama ditutup dengan mengunjungi Menara Kembar Petronas, bangunan setinggi 88 lantai yang menjadi ikon modernisasi Malaysia sekaligus simbol kemajuan negara. Para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja di pusat perbelanjaan di kawasan Petronas.

Generasi Global Islami
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, Syaifullah, S.Psi., M.M., yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu membentuk generasi yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Melalui perjalanan ini, anak-anak diharapkan mampu memahami bagaimana berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara dan mengenal dunia internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program internasional ini membuka wawasan siswa sekaligus mendorong mereka untuk meningkatkan kompetensi di bidang keilmuan. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk meraih prestasi.
Menurutnya, kunjungan lintas budaya juga memperkuat hubungan antarbangsa dan mempererat ikatan kemanusiaan. “Anak-anak tidak hanya memiliki wawasan nasional, tetapi juga wawasan internasional,” jelasnya.
Kunjungan ke ikon seperti Menara Petronas, lanjutnya, memberikan gambaran bahwa kemajuan suatu negara ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Namun demikian, Syaifullah menegaskan pentingnya menjaga identitas dan nilai keislaman di tengah pergaulan global. Ia mengingatkan agar para siswa tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang bertentangan dengan prinsip Islam.
“Sebesar apa pun kemajuan suatu negara, kita tidak boleh meninggalkan ajaran Islam. Kita bisa maju tanpa harus kehilangan jati diri,” tegasnya. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












