
Partisipasi lintas daerah Jatim dan Solo Raya menegaskan soliditas jaringan Dewan Dakwah dalam memperkuat sinergi dan kapasitas dai.
Tagar.co – Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Jawa Timur menggelar Haflah Id 1447 di Auditorium Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Ahad (26/4/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan perwakilan Dewan Dakwah Solo Raya.
Sejak pukul 06.30 WIB, panitia menyiapkan sarapan untuk menyambut peserta yang mulai berdatangan. Peserta yang tiba langsung dipersilakan menikmati hidangan, menciptakan suasana akrab sejak awal kegiatan.
Baca juga: Dewan Dakwah Bekali UMKM Sertifikasi Halal hingga Manajemen Keuangan
Kehadiran peserta berlangsung bertahap. Berdasarkan data sementara panitia, jumlah peserta mencapai 554 orang dan masih berpotensi bertambah hingga acara dimulai.
Partisipasi signifikan tercatat dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Magetan (85 peserta), Kabupaten dan Kota Kediri (100 peserta), Kabupaten Nganjuk (41 peserta), serta Kabupaten Ngawi (34 peserta).
Peserta hadir menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari kendaraan pribadi, mobil rombongan, hingga bus.
Sebagian rombongan tiba sejak malam sebelumnya. Saya bersama rombongan pengurus berangkat dari PPIC eLKISI Kabupaten Mojokerto bersama Ustaz Ainur Rofiq, K.H. Mujib Abdurrahman, dan Ustaz Anwar Jaelani selepas salat Isya. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung diarahkan menuju kamar yang telah disiapkan panitia.
Menjelang pembukaan, suasana auditorium diisi penampilan grup hadrah dari Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar yang mengiringi lantunan selawat, menghadirkan nuansa religius di tengah peserta.
Acara dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dengan menghadirkan empat pembicara utama, yakni Dr. K.H. Heru Saiful Anwar; Dr. (H.C.) Drs. Muhsin M.K.; Dr. K.H. Fathur Rohman, dan K.H. Mohammad Khoiruddin.
Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Ukhuah, Meneguhkan Dakwah untuk Kedaulatan Indonesia.”
Sebagai bagian dari penguatan literasi dakwah, panitia membagikan empat buku kepada setiap perwakilan daerah. Buku-buku tersebut meliputi Tamat in Memorium, Pilar Sejarah Dewan Dakwah Islamiah Indonesia, Jejak Dakwah dan Peradaban: Dari Wahyu hingga Gerakan, serta Dakwah dalam Pemikiran dan Realitas Umat.
Pembagian ini diharapkan menjadi bekal intelektual bagi para dai dalam mengembangkan dakwah di daerah masing-masing. (#)
Jurnalis Muhammad Hidayatulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












