Feature

Dari Silaturahmi ke Gerakan: Pesan para Tokoh dalam Haflah Dewan Dakwah di Ngabar

98
×

Dari Silaturahmi ke Gerakan: Pesan para Tokoh dalam Haflah Dewan Dakwah di Ngabar

Sebarkan artikel ini
Haflah Id Dewan Dakwah Jatim di Ngabar tak sekadar ajang silaturahim, tetapi menjadi forum peneguhan arah gerakan dakwah melalui pesan para tokoh tentang pentingnya sinergi, kaderisasi, dan aksi nyata di tengah tantangan zaman.
Ketua Dewan Dakwah Jawa Timur Dr. K.H. Fathur Rohman, M.Pd.I., menyampaikan sambutan dalam Haflah Ied 1447 H di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antarormas dan penguatan kaderisasi dai untuk menjawab tantangan dakwah yang semakin kompleks. (Tagar.co/Istimewa)

Haflah Id Dewan Dakwah Jatim di Ngabar tak sekadar ajang silaturahim, tetapi menjadi forum peneguhan arah gerakan dakwah melalui pesan para tokoh tentang pentingnya sinergi, kaderisasi, dan aksi nyata di tengah tantangan zaman.

Tagar.co — Haflah Id 1447 Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (26/4/26) berlangsung penuh kebersamaan.

Semangat kebersamaan itu tercermin sejak sambutan awal yang disampaikan oleh K.H. Mohammad Khoiruddin, Lc., Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Ponorogo.

Baca juga: Dewan Dakwah Jatim Gelar Haflah Id 1447, Ratusan Peserta Hadir

Ia membuka acara dengan ucapan ahlanwasahlan kepada peserta yang hadir dari berbagai daerah, sekaligus menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana mempererat silaturahim dan memperkuat ukhuwah di antara para dai dan penggerak dakwah.

Pimpinan Pesantren: Mengingat Jejak Tokoh dan Spirit Perjuangan

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. K.H. Heru Saiful Anwar, M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Ia menyapa para pengurus Dewan Dakwah se-Jawa Timur serta undangan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya.

Baca Juga:  Dari Petunjuk ke Pembeda: Jalan Qur’ani Membentuk Sikap

Dalam pidatonya, ia mengenang sejumlah tokoh penting dalam perjalanan dakwah, antara lain Mohammad Natsir, Anwar Haryono, K,H. Misbah, Tamat Anshori, hingga Ustaz Sudarno. Penyebutan nama-nama tersebut disebut sebagai pengingat atas kesinambungan perjuangan dakwah lintas generasi.

Haflah Id Dewan Dakwah Jatim di Ngabar tak sekadar ajang silaturahim, tetapi menjadi forum peneguhan arah gerakan dakwah melalui pesan para tokoh tentang pentingnya sinergi, kaderisasi, dan aksi nyata di tengah tantangan zaman.
Ratusan peserta menghadiri Haflah Ied 1447 H Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jawa Timur di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo. Kegiatan ini diikuti unsur ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas organisasi sebagai bagian dari penguatan sinergi dakwah di tengah masyarakat. (Tagar.co/Istimewa)

Ketua Dewan Dakwah Jatim: Dari Nostalgia ke Aksi Nyata

Sambutan ketiga disampaikan oleh Dr. K.H. Fathur Rohman, M.Pd.I, Ketua Dewan Dalwah Provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya pelaksanaan Haflah Id karena agenda dakwah di Mesir selama kurang lebih dua pekan.

Dalam sambutannya, ia menegaskan: “Dewan Da’wah tidak mungkin menjalankan misi besar dakwah sendirian.”

Ia menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai organisasi dan elemen umat dalam menghadapi tantangan dakwah yang semakin kompleks.

Selain itu, ia menyoroti peran pesantren dalam pengiriman dai ke daerah-daerah yang masih membutuhkan pembinaan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif umat.

Ia juga mengingatkan agar Dewan Dakwah tidak berhenti pada romantisme sejarah, tetapi mampu mewarisi semangat perjuangan para tokoh untuk kemaslahatan NKRI.

Baca Juga:  Dewan Dakwah Jatim Gelar Haflah Id 1447, Ratusan Peserta Hadir

Dalam konteks historis, ia menyinggung keberadaan Ittihadul Ma’ahid sebagai jaringan komunikasi pesantren dalam keluarga besar Dewan Dakwah yang pernah menjadi kekuatan strategis.

Mengutip pesan almarhum Ustaz Syuhada’ Bahri, ia menyampaikan: “Mari selamatkan Indonesia dengan dakwah.”

Ia menambahkan bahwa dakwah saat ini perlu dijalankan secara lebih terstruktur, kolaboratif, dan berbasis kaderisasi yang kuat.

Ketua Persada Pusat: Dakwah sebagai Jalan Perjuangan Bangsa

Pada sesi tausiah, Ketua Persatuan Dai Dewan Dakwah (Persada) menyampaikan bahwa lahirnya Dewan Dakwah tidak terlepas dari realitas keberagaman bangsa Indonesia.

Ia menyebut Dewan Dakwah hadir sebagai respons atas kebutuhan dakwah di tengah masyarakat yang plural, baik dari sisi suku, budaya, maupun latar sosial.

Mengacu pada pemikiran Mohammad Natsir, ia menegaskan: “Strategi perjuangan umat tidak berhenti pada jalur politik, tetapi dilanjutkan dan diperkuat melalui jalur dakwah.|

Menurutnya, dakwah merupakan medium strategis dalam membangun peradaban, memperkuat akidah umat, serta menjaga keutuhan bangsa. (#)

Jurnalsi Muhammad Hidayatulloh Penyunitng Mohammad Nurfatoni