
Melalui program MYPO 3.0, Foskam Sidoarjo dan Kolej Profesional Mara Bandar Melaka menjalin diplomasi pendidikan lewat kompetisi inovasi media dan pertukaran budaya demi mempererat hubungan antarbangsa.
Tagar.co – Sore itu, Kamis (30/4/2026), udara di Auditorium Kolej Profesional Mara Bandar Melaka (KPMBM), Malaysia, terasa berbeda. Ada getaran emosional yang merayap di sela-sela dinding ruangan saat nada pertama lagu Indonesia Raya mulai terdengar.
Ratusan orang yang hadir—mulai dari siswa, guru pendamping, hingga para petinggi kampus—serentak berdiri tegak. Di Negeri Jiran tersebut, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dengan begitu khidmat. Hal ini pertanda mulainya Opening Ceremony Moslem Youth Project Olympiad and Culture Exchange (MYPO) 3.0.
Pada seremoni pembukaan kali ini, gemuruh suara para peserta yang menyanyikan lagu kebangsaan menjadi simbol identitas yang kokoh di tengah upaya kolaborasi pendidikan internasional. Perhelatan yang digagas oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) Sidoarjo ini membawa misi besar: membawa nama bangsa ke panggung inovasi global.
Kehadiran delegasi Indonesia di kampus KPMBM menjadi bukti nyata, batas teritorial tidak menjadi penghalang bagi semangat literasi dan kreativitas. Ketua Foskam Sidoarjo, Agus Widianto, M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat berdiri di podium. Baginya, menyanyikan lagu kebangsaan di luar negeri memiliki makna spiritual dan nasionalisme yang berlipat ganda. Ia menegaskan, identitas bangsa harus tetap melekat erat di mana pun kaki berpijak.
”Meski berada di Malaysia, kami tetap membawa nama Indonesia. Lagu ini mengingatkan kami, tujuan utama program ini adalah bertukar ilmu,” ujar Agus dengan nada tegas namun penuh haru.
Baca Juga: Delapan Siswa Miosi Berangkat Mengikuti MYPO 3.0 di Malaysia dan Singapura

Diplomasi Inovasi di Negeri Jiran
Program MYPO 3.0 hadir sebagai wadah strategis bertajuk Cross Culture and Innovation Exchange. Tahun ini, Foskam Sidoarjo mengirimkan 96 siswa pilihan untuk menguji nyali dan intelektualitas mereka. Bukan sekadar jalan-jalan, para pelajar ini memikul tanggung jawab besar untuk mempresentasikan kompetisi inovasi media di hadapan para dosen dan mahasiswa Kolej Profesional Mara. Mereka mendapat tantangan untuk menunjukkan sejauh mana kreativitas anak muda Indonesia dalam merespons perkembangan teknologi digital.
Inisiatif ini pun menuai apresiasi tinggi dari pihak tuan rumah. Direktur Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Noormola Binti Mohd Pahmi, menyambut hangat kedatangan rombongan dari Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan, kerja sama ini merupakan bentuk nyata diplomasi pendidikan yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pertukaran ide antara siswa Indonesia dan mahasiswa Malaysia harapannya mampu membuka cakrawala baru yang lebih luas bagi masa depan pendidikan di Asia Tenggara.
Suasana auditorium semakin berwarna ketika rangkaian acara berlanjut dengan penghormatan terhadap tuan rumah. Setelah lagu Indonesia Raya usai, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku. Diikuti oleh lagu Melaka Maju Jaya dan ditutup dengan Mars KPMBM yang penuh semangat. Perpaduan lagu-lagu ini menciptakan harmoni persaudaraan yang kental, seolah meneguhkan, meski berkompetisi dalam inovasi, kedua bangsa ini tetap berjalan beriringan dalam bingkai serumpun. (#)
Jurnalis Emil Mukhtar Penyunting Sayyidah Nuriyah












