
Empat siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sukses memukau ajang MYPO 3.0 di Malaysia lewat inovasi pop-up book batik Sidoarjo yang memadukan visual 3D, nilai sosial, dan filosofi budaya hingga meraih Special Award 1.
Tagar.co — Karya inovatif siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) bertema motif batik khas Sidoarjo sukses mencuri perhatian dalam ajang Moslem Youth Project Olympiad and Culture Exchange (MYPO) 3.0 yang digelar di Kolej Profesional Mara, Malaysia, Kamis (30/4/2026).
Karya ilmiah berjudul A Pop-Up Book for Learning Sidoarjo Batik and Social Values tersebut digagas oleh empat siswa Miosi: Alena Devi Amarta, Alya Kirani, Haikal Ferdie Hantero Rubbed, dan Muhammad Ibnul Mubarrok.
Baca juga: Silat Cekak Harimau Sambut Delegasi Foskam Sidoarjo di Melaka
Dengan penuh percaya diri, mereka mempresentasikan inovasi tersebut di hadapan dewan juri dan pengunjung stan pameran. Dalam pemaparannya, para siswa mengenalkan beragam motif batik khas Sidoarjo.
“Ada motif udang bandeng, bayeman, siri sunduk kentang, dan kembang tebu,” jelas Muhammad Ibnul Mubarrok saat sesi presentasi.

Karya pop-up book ini dirancang dalam bentuk visual tiga dimensi agar lebih interaktif dan mendekati bentuk nyata. Tak hanya menampilkan keindahan motif, buku tersebut juga memuat nilai sosial, filosofi, serta cerita singkat mengenai asal-usul setiap motif batik.
Antusiasme pengunjung pun terlihat tinggi. Salah satunya datang dari mahasiswa KPM Bandar Melaka, Altaf Fakhrullah, yang mengaku mendapatkan wawasan baru.
“Saya belajar bahwa di Sidoarjo terdapat banyak corak batik. Batik bukan sekadar kain, tetapi juga menggambarkan cara menjalani kehidupan yang bahagia,” ujarnya.
Muhammad Ibnul Mubarrok mengungkapkan rasa senangnya atas respon positif para pengunjung, yang mayoritas berasal dari mahasiswa Malaysia.
Menurutnya, karya tersebut berhasil memperkenalkan motif batik Sidoarjo kepada mereka yang sebelumnya belum mengenalnya.

Apresiasi juga datang dari dosen KPM sekaligus dewan juri, Norhafidzah. Ia menilai para siswa memiliki kreativitas tinggi serta kemampuan komunikasi yang baik meski masih berusia muda.
“Mereka sangat kreatif dan komunikatif. Ini sangat bagus,” ungkapnya.
Atas inovasi tersebut, tim Miosi berhasil meraih Special Award 1 pada kategori sosial humaniora. Lebih dari sekadar prestasi, pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk mengangkat budaya lokal Sidoarjo ke kancah internasional sekaligus menumbuhkan semangat pelestarian kearifan lokal. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












