Feature

Memakmurkan Masjid Wujudkan Dua Aspek Ini

50
×

Memakmurkan Masjid Wujudkan Dua Aspek Ini

Sebarkan artikel ini
Memakmurkan masjid harus bisa diwujudkan oleh takmir Masjid Al-Hidayah Tanggulangin setelah direnovasi menjadi besar dan megah.
Sekretaris PDM Sidoarjo, Burhanuddin saat sambutan di acara ground breaking Masjid Al-Hidayah Tanggulangin, Ahad 26/4/2026. (Tagar.co/Kholid)

Tagar.co – Memakmurkan masjid harus bisa diwujudkan oleh takmir Masjid Al-Hidayah Tanggulangin setelah direnovasi menjadi besar dan megah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd.I, saat peletakan batu pertama Masjid Al-Hidayah Tanggulangin Sidoarjo, Ahad (26/4/2026).

Dia berharap masjid ini menjadi role model masjid berkemajuan di lingkungan Muhammadiyah Sidoarjo.

Menurut Burhanuddin, kata kunci utama dari sebuah masjid bukan kemegahan bangunan, melainkan sejauh mana masjid mampu memberikan dampak bagi jemaah dan lingkungan.

Ia menyebut dua aspek utama dalam makmur dan memakmurkan masjid.

Pertama, aspek spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah.

”Masjid harus mampu menjadi tempat yang tenang bagi jemaah. Penerapan secara spiritual, ketika jemaah masuk ke Masjid Al-Hidayah ini, hatinya tenang dan merasa betah atau kerasan,” ungkapnya.

Ini, sambung dia, menjadi indikator keberhasilan masjid dalam memfasilitasi hubungan hamba dengan Sang Pencipta.

Kedua, aspek sosial. Yaitu bermanfaat bagi sesama.

Dia menjelaskan, masjid yang makmur adalah masjid yang kehadirannya dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Menyiapkan UMKM Naik Kelas: Agenda Besar LPUMKM Muhammadiyah Sidoarjo 2026

Burhanuddin meyakini Masjid Al-Hidayah secara faktual telah menjalankan fungsi sosial. Pasalnya, langkah yang diambil takmir sangat selaras dengan napas gerakan Muhammadiyah, yakni gerakan dakwah, tajdid (pembaruan), dan amal usaha.

Burhanuddin menyampaikan, nilai-nilai ini merupakan warisan pemikiran pendiri Muhammadiyah.

“Ini pastinya sudah ada DNA dari KH Ahmad Dahlan. Beliau mengusung Teologi Al-Maun. Maka makmur memakmurkan yang kedua adalah bagaimana masjid ini menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi orang-orang di sekitarnya,” jelas Burhanuddin.

Dia mendorong pengelola untuk mempertahankan slogan Masjid Mata Masjid 24 Jam. Mengingat lokasinya yang strategis, masjid ini memiliki potensi besar sebagai persinggahan para musafir.

“Di sini sangat potensial sekali para musafir masuk. Yakinlah, salah satu doa yang diijabah oleh Allah Swt adalah doa orang yang sedang bermusafir,” tambahnya.

Burhanuddin mengajak semua kader dan jemaah menuntaskan pengembangan masjid yang sedang berlangsung ini.

Ia optimistis dengan pelayanan yang baik kepada jemaah dan musafir, dukungan pendanaan terus mengalir. “Kami meyakini dana yang dibutuhkan, insyaallah segera terpenuhi,” pungkasnya. (#)

Baca Juga:  Smedaka Berbagi, Merajut Ukhuah, Mengukir Senyum di Bulan Suci

Jurnalis M. Kholid  Penyunting Sugeng Purwanto