
Tagar.co – Masjid Al-Hidayah bakal berubah menjadi megah di Sidoarjo. Masjid menjadi pusat dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanggulangin.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid berlangsung Jalan Raya Ngaban, Tanggulangin, Sidoarjo, Ahad (26/4/2026).
Hadir dalam acara ini jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PCM, PCA Tanggulangin, seluruh Organisasi Otonom (Ortom), Forkopimka Tanggulangin serta masyarakat setempat.
Ketua PCM Tanggulangin, Hifni Sholikhin, M.Pd, mengatakan, Masjid Al-Hidayah tidak hanya tempat salat, tetapi sebagai pusat pelayanan umat yang komprehensif.
Di atas lahan seluas 33 x 18 meter, bangunan ini bakal menjulang setinggi 22 meter dengan menara mencapai 27 meter.
“Masjid ini mengusung konsep empat lantai dengan fungsi strategis yaitu lantai basement digunakan sebagai area parkir, pusat pemberdayaan UMKM, dan penginapan gratis bagi musafir,” kata Hifni.
Lantai utama terdiri ruang salat. Juga ada gedung serbaguna, fasilitas untuk seminar, resepsi pernikahan, serta hotel berbayar bagi pengunjung yang membutuhkan kenyamanan ekstra. Area rooftop sebagai sarana olahraga, termasuk fasilitas panahan.
“Pembangunan ini adalah amanah kolektif. Kami ingin mengoptimalkan pelayanan umat sebagai pusat dakwah Muhammadiyah yang berdampak luas,” ujar Hifni.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Dian Cipta Engineering ini menelan biaya sebesar Rp11 miliar. Saat ini, dana awal sebesar setengah miliar rupiah telah terkumpul dari dermawan.
Panitia pembangunan menargetkan pembangunan rampung dalam kurun waktu 18 bulan. Selama proses pembangunan konstruksi, kegiatan salat tetap berjalan tanpa libur. Masjid ini berkomitmen untuk tetap buka 24 jam bagi masyarakat.
“Target kami 18 bulan. Tapi dari pihak vendor menargetkan sekitar 12 bulan insyaallah sudah selesai,” tegasnya.

Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar pewakif. Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I., yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Majelis Tablig PP Muhammadiyah, hadir mewakili keluarga besar H. Zainuri dan kakeknya yang bernama Abdullah.
“Kami dari Bani Zainuri merasa sangat bahagia dan bersyukur melihat tanah wakaf ini dikembangkan menjadi lebih besar. Semoga ini memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi amal jariyah yang tidak terputus,” ujarnya.
Hifni mengatakan, PCM Tanggulangin membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan rumah Allah ini.
Kehadiran Masjid Al-Hidayah setelah renovasi bakal menjadi ikon baru di Tanggulangin yang mampu menggabungkan aspek spiritualitas dengan kemandirian ekonomi umat.
“Bismillah, semoga setiap langkah pembangunan ini dicatat sebagai amal salih dan membawa keberkahan bagi kita semua hingga di akhirat kelak,” pungkas Hifni. (#).
Jurnalis M. Kholid Penyunting Sugeng Purwanto












