
Terpilih melalui proses demokratis yang melibatkan seluruh siswa, kepemimpinan baru IPM diharapkan membawa organisasi lebih aktif dan inklusif.
Tagar.co — Aroma gorengan dari kantin bercampur dengan angin pesisir Pulau Bawean menyambut pagi di SMK Muhammadiyah 4 (SMK Muda) Sangkapura, Kabupaten Gresik saat siswa mulai berdatangan untuk mengikuti pemilihan dan pelantikan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2026–2027, Senin (27/4/26).
Proses demokrasi pelajar ini telah bergulir sejak sepekan sebelumnya dengan penetapan tiga calon ketua umum, yakni Diana Bahtreza (XI Akuntansi), Qodarul Rizki (X TKR), dan Putri Kaysatus Safaqa (X Akuntansi).
Selain itu, 11 calon formatur dari berbagai kelas juga maju untuk mengisi posisi strategis di enam bidang organisasi. Mereka berasal dari perwakilan kelas, yaitu Filza Hilyatul Mafaza, Nur Afni Warisma, dan Septa Firdatus Salehah (X Akuntansi); Moh. Ruslan, Asrafil Maulana, dan Jaka Tri Ramadani (X TKR);
Lainnya: Nuri Amaliya dan Fajriya (XI Akuntansi); serta Muhammad Kevid Adrian, Ahmad Sifanga, dan Yusufan Hidayat (XI TKR). Kehadiran para formatur ini menjadi bagian penting dalam struktur IPM yang akan menjalankan program kerja ke depan.

Terpilihnya Diana Bahtreza
Aula sekolah menjadi pusat kegiatan. Di ruangan berpendingin tersebut, para kandidat menyampaikan visi dan misi di hadapan siswa. Diana menekankan pentingnya menjadikan IPM sebagai ruang aspirasi bagi seluruh siswa. Qodarul menawarkan program pelatihan keterampilan lintas jurusan, sementara Putri mengusung penguatan kegiatan sosial.
Selama masa kampanye yang berlangsung tiga hari, suasana sekolah dipenuhi semangat partisipasi. Poster-poster kreatif hasil desain siswa menghiasi dinding, sementara para calon aktif berkeliling kelas untuk memperkenalkan diri dan program kerja. Diskusi ringan tentang visi-misi pun mengalir hingga ke kantin dan area terbuka sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari pemilihan. Tempat pemungutan suara sederhana didirikan di selasar aula. Siswa mengantre dengan tertib untuk mencoblos, lalu menandai partisipasi dengan tinta ungu di jari kelingking.
Proses penghitungan suara dilakukan secara manual di papan tulis, menghadirkan suasana yang khas dan penuh antusiasme.

Hasil pemilihan voting menetapkan Diana Bahtreza sebagai peraih suara terbanyak. Kemudian hasil itu dimuyswarahkan oleh tim formatur yang menetaokan dia sebagai Ketua Umum IPM SMK Muda 2026–2027.
Ia lalu dilantik langsung oleh Saylul Asasi, Anggota Pimpinan Cabang IPM Bawean, dalam prosesi yang berlangsung khidmat. Dalam pernyataan pelantikan, Diana menyampaikan komitmennya, “Bismillah, saya siap belajar dan amanah.”
Saat memberikan sambutan perdananya, Diana mengajak seluruh pengurus dan siswa untuk membangun IPM secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa IPM adalah “rumah bersama” yang harus diisi dengan program nyata dan kolaboratif lintas jenjang kelas.
Pembina PR IPM SMK Muda, Sony Elvianto Hermawan, S.Pd., menekankan bahwa organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan ruang pengabdian. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi masalah dan tetap memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum, Mutmainnah, S.Pd., turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjaga nama baik sekolah dan Muhammadiyah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus baru, formatur, serta para guru. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru IPM SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura menuju organisasi yang lebih solid dan berdampak. (#)
Jurnalis Firlana Izaty Penyunting Mohammad Nurfatoni












