
Puluhan siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik antusias mengeksplorasi beragam karya seni dan teknik kreatif dalam pameran yang digelar pelajar SMA Muhammadiyah 1 Gresik di Sualoka Hub.
Tagar.co – Suasana lantai dua Sualoka Hub mendadak riuh dan penuh keceriaan pada Senin (27/4/2026), saat puluhan siswa ekstrakurikuler seni lukis SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik alias Berlian Primary School mengunjungi Randome Art Exhibition yang digelar pelajar SMA Muhammadiyah 1 Gresik melalui komunitas Power Art.
Kehadiran siswa sekolah dasar ini menghadirkan nuansa berbeda di ruang pamer. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mengamati setiap karya, aktif bertanya, berdiskusi, hingga mengekspresikan kekaguman dengan cara khas anak-anak.
Baca juga: Randome Art Exhibition Dibuka, 29 Karya Perupa Muda Smamsatu Gresik Dipamerkan
Selama kunjungan berlangsung, para peserta mendapat pendampingan langsung dari perupa muda Power Art yang menjelaskan proses kreatif di balik karya-karya yang dipamerkan.
Salah satu pendamping, Shafa Salsabila, mengungkapkan bahwa pengalaman mendampingi anak-anak memberikan tantangan sekaligus kesan tersendiri.
“Mereka sangat excited, energinya luar biasa, rasa penasarannya tinggi, dan banyak pertanyaan menarik yang muncul dari mereka. Namun, fokus mereka mudah terdistraksi, sehingga saya perlu berkomunikasi dengan bahasa dan nada yang lebih ceria, bahkan sambil berbisik untuk mengembalikan fokus mereka,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut penting agar penjelasan tentang karya seni dapat diterima dengan baik. Berbeda dengan pengunjung umum yang cenderung berdialog santai, siswa sekolah dasar kerap melontarkan pertanyaan spontan yang tak terduga.
“Ada yang bertanya, kenapa kardusnya sengaja dirusak? Kenapa temboknya dicoret-coret?” ujarnya.
Pembina Ekstrakurikuler Seni Lukis Kelas Prestasi Berlian Primary School, Pudji Hari, menilai kunjungan ini sebagai langkah strategis untuk memperluas wawasan siswa. Ia menekankan bahwa berkarya tidak harus terbatas pada media konvensional.
“Pilihan saya tepat, karena di sini ada banyak media dan teknik yang digunakan dalam menghasilkan karya seni. Anak-anak sangat antusias bertanya banyak hal kepada para perupa yang mendampingi, mulai dari pemilihan media, warna, hingga teknik yang digunakan dengan bahasa mereka sendiri. Semua itu dijawab cukup baik oleh para perupa muda dari Smamsatu,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Hawajiki, pembina ekstrakurikuler seni lukis kelas reguler. Ia menilai pameran ini membuka cakrawala siswa tentang luasnya bentuk ekspresi seni, mulai dari lukisan hingga karya patung, instalasi, dan animasi.
“Karyanya luar biasa. Jika di zaman dulu, karya mereka bukan sekelas anak SMA, tetapi sudah setingkat mahasiswa, seperti anak kuliahan tingkat akhir,” ungkapnya.
Sementara itu, founder Power Art sekaligus guru seni Smamsatu Gresik, Akhmad Yoni Risal, menjelaskan bahwa pameran sengaja digelar di luar lingkungan sekolah agar menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ia mengaku terkejut dengan antusiasme pengunjung dari berbagai usia, termasuk anak-anak.
“Di luar dugaan, bukan hanya semakin luas jangkauannya, tetapi juga datang dari berbagai jenjang usia. Anak-anak kelas 1, 2, 3, dan 4 yang masih sangat belia pun mampu mengapresiasi karya seni para perupa dengan cara mereka sendiri. Itu sangat menyenangkan,” ujarnya. (#)
Jurnlis Terry Angria Putri Perdana Penyunting Mohammad Nurfatoni












