
SD Muhammadiyah 3 Ikrom menggandeng Ustaz Solmed guna memperkuat sinergi dengan orang tua dalam mencetak generasi islami berakhlak mulia melalui keteladanan nyata dan kasih sayang keluarga.
Tagar.co — Udara pagi di Gedung Puspenerbal Juanda, Sidoarjo, Sabtu, 25 April 2026, terasa lebih hangat. Ratusan wali murid berduyun-duyun memadati ruangan dengan antusiasme tinggi. Mereka hadir bukan sekadar untuk pertemuan rutin, melainkan untuk menyerap ilmu dalam Talkshow with Parents bertajuk “Menumbuhkan Generasi Berakhlak Melalui Teladan dan Cinta Dalam Keluarga”.
Pihak sekolah sengaja menghadirkan sosok pendakwah nasional yang sudah tidak asing lagi di layar kaca, Ustaz Saleh Mahmud atau yang akrab publik sapa sebagai Ustaz Solmed. Kehadirannya menjadi magnet utama sekaligus sumber inspirasi bagi para orang tua yang tengah berjuang mendidik anak di tengah gempuran zaman digital.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Nur Suciati, M.Pd., menegaskan, agenda besar ini langkah konkret sekolah untuk menyelaraskan visi dengan orang tua. Ia menyadari, pendidikan anak tidak bisa hanya bertumpu pada pundak guru di sekolah.
“Kami ingin bersinergi dengan orang tua untuk menyiapkan generasi Islami. Kami mendatangkan Ustaz Solmed karena beliau adalah figur publik yang bisa menjadi teladan, sebagaimana orang tua yang harus menjadi teladan utama bagi anak-anaknya di rumah,” tutur Nur Suciati dengan penuh semangat.

Anak Peniru Ulung
Dalam paparannya, Nur Suciati menyoroti fenomena psikologi anak yang sangat mudah melakukan imitasi. Baginya, orang tua merupakan fondasi paling mendasar dalam struktur pendidikan karakter. Apa pun yang anak lihat, dengar, dan rasakan di rumah akan membentuk kepribadian mereka di masa depan.
Ia mengingatkan, setiap gerak-gerik orang tua adalah kurikulum tersembunyi bagi sang buah hati. Jika orang tua menginginkan anak yang taat dan santun, maka mereka harus terlebih dahulu memberikan contoh yang konkret dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika orang tua ingin anaknya menjadi generasi Islami, maka tindak tanduk dan perkataannya harus mencerminkan nilai-nilai tersebut. Anak-anak sangat membutuhkan pendidikan akhlak, dan mereka akan mencontoh apa yang orang tua lakukan di rumah serta ustaz-ustazah di sekolah,” jelas Nur Suciati menekankan pentingnya konsistensi sikap.
Ustaz Solmed pun mengamini hal tersebut dalam sesi ceramahnya. Beliau mengajak sekitar 350 orang tua yang hadir untuk merefleksikan kembali pola asuh yang selama ini mereka terapkan. Menurutnya, cinta dalam keluarga bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi, melainkan menghadirkan rasa aman dan bimbingan spiritual yang kuat sesuai tuntunan Islam.
Baca Juga: SD Mukrida Ukir Sejarah Gemilang di Ismuba Olympiad 2025
Sinergi Menaklukkan Tantangan Zaman
Acara yang berlangsung interaktif ini menjadi ajang diskusi hangat antara narasumber dan peserta. Para orang tua tampak serius mencatat poin-poin penting mengenai cara mendidik anak agar tetap tangguh menghadapi tantangan zaman. Tentunya tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang taat.
Nur Suciati menutup rangkaian acara dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia. Sebab telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap ilmu yang mereka peroleh dari Ustaz Solmed tidak berhenti di dalam gedung pertemuan. Tetapi teraplikasi secara nyata di lingkungan keluarga masing-masing.
“Terima kasih kepada panitia. Semoga acara ini bermanfaat dan bisa membantu orang tua dalam mendidik anak-anak. Serta mengantarkan mereka ke jenjang yang lebih sukses sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini,” pungkasnya dengan nada optimis.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage membuktikan komitmennya, pendidikan karakter adalah kerja kolaboratif. Sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua, yang berlandaskan pada cinta dan keteladanan, menjadi kunci utama lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga anggun secara moral. (#)
Jurnalis M. Kholid Penyunting Sayyidah Nuriyah












