Feature

Musyda ICMI Bojonegoro Digelar, Ini Hasilnya

29
×

Musyda ICMI Bojonegoro Digelar, Ini Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Musyda III Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Orda Bojonegoro mengumpulkan sejumlah pakar untuk memilih pimpinan baru dan merumuskan program.
Dr. Arif Januarso terpilih sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro yang baru.

Musyda III Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Orda Bojonegoro mengumpulkan sejumlah pakar untuk memilih pimpinan baru dan merumuskan program.

Tagar.co – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan halalbihalal dan Musyawarah Daerah (Musyda) III Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Orda Bojonegoro digelar di Adelia Cafe, Sabtu (25/4/2026).

Dengan mengusung tema Menjalin Silaturahmi, Menebar Manfaat bagi Umat, forum ini ajang temu kangen sekaligus momentum konsolidasi gagasan dan perumusan arah strategis organisasi ke depan.

Ketua Panitia Dr. Arif Januarso, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, ICMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Menurutnya, kekuatan ICMI terletak pada struktur kepengurusan yang berbasis divisi-divisi kepakaran, sehingga setiap anggota dapat berkontribusi sesuai bidang keilmuan dan kompetensinya.

“ICMI memiliki modal besar berupa jejaring intelektual, kepakaran, dan semangat pengabdian sosial. Ini harus menjadi energi kolektif untuk memberi manfaat nyata bagi umat dan daerah,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Dr. Pitono, menyampaikan, ICMI kini kembali menjadi perhatian banyak kalangan, termasuk di tingkat nasional.

Menurutnya, dinamika geopolitik global dan tantangan pembangunan nasional menuntut hadirnya organisasi pemikir yang mampu memberi arah, solusi, dan kontribusi konkret.

Baca Juga:  Adaptasi Mental Siswa Pascaliburan

Ia mengatakan, cita besar ICMI tetap sama, yakni mendorong terwujudnya masyarakat madani—masyarakat yang kuat secara iman dan takwa, sekaligus maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tercipta kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera.

Dalam hal pembangunan daerah, konsep Bojonegoro EMAS (Era Maju Adil Sejahtera) dinilai menjadi ruang aktualisasi strategis bagi ICMI.

Program ini diarahkan pada pembangunan kota dan Rumah Sakit Smart City, pengembangan smart regenerative farming berbasis teknologi, penguatan manajemen kebijakan yang bijak, serta dukungan terhadap isu strategis seperti ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Modal utama ICMI adalah gerakan intelektual dan sosial. Karena itu, ICMI harus hadir mewarnai pembangunan daerah, menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah,” tegasnya.

Ketua lama ICMI Orda Bojonegoro, Hanafi, M.Pd saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Digandeng Pemkab

Dalam laporan pertanggungjawaban kepengurusan, yang  disampaikan oleh Ketua ICMI Orda Bojonegoro periode 2023-2026, Drs. H. Hanafi, M.Pd, menyampaikan, selama periode sebelumnya, ICMI Orda Bojonegoro telah mulai dilibatkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, termasuk dalam forum Musrenbang. Khususnya pada isu penurunan angka kemiskinan.

Baca Juga:  Menjelang Idulfitri, Mengapa Ibadah Justru Harus Ditingkatkan?

Keterlibatan tersebut menunjukkan pemikiran berbasis kepakaran mulai mendapat ruang dalam proses perumusan kebijakan publik.

Dalam forum tanya jawab menyoroti perlunya langkah operasional yang lebih konkret.

Sejumlah peserta menekankan ide-ide besar ICMI harus diterjemahkan ke dalam kajian strategis yang sistematis, terukur, dan komunikatif agar dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang diperhatikan pemerintah daerah.

Dibutuhkan pula figur-figur independen yang memiliki kedekatan komunikatif dengan pemangku kebijakan agar gagasan ICMI tidak berhenti pada forum diskusi.

Keputusan Musyda

Musyawarah kemudian melahirkan sejumlah keputusan strategis, antara lain:

  1. Menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
  2. Mengadakan kajian kebijakan daerah, khususnya analisis terhadap RPJMD sebagai bentuk kontribusi intelektual.
  3. Melakukan kajian ketahanan pangan berkelanjutan.
  4. Menyusun kajian pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan daerah.
  5. Mengawal implementasi program Bojonegoro EMAS melalui langkah operasional terukur, termasuk gagasan inovatif seperti Lomba Desa EMAS sebagai model percepatan pembangunan berbasis desa.

Dalam sidang formatur, terpilih susunan tim yang terdiri dari Drs. Suwito, M.Si (Unsur Dewan Penasihat) Drs. H. Hanafi, M. Pd (Unsur Pengurus), Dr. Arif Januarso, M. Si (unsur panitia), Dr. H. Ahmad Mansur, M.A. dan Nurul Mazidah, S.E, MSA. Ak.

Baca Juga:  Ramadan Pergi: Siapa yang Merasa Kehilangan?

Forum secara mufakat menetapkan Dr. Arif Januarso, M.Si sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro yang baru periode 2026-2029.

Dalam sambutan perdananya usai terpilih, Dr. Arif menegaskan komitmennya untuk membawa ICMI menjadi organisasi yang lebih strategis, konsisten, terukur, terealisasi, dan berdampak nyata.

“Gagasan besar tidak boleh berhenti sebagai wacana. Harus diwujudkan menjadi kerja nyata yang terukur, berkelanjutan, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Itu hanya bisa terwujud dengan komitmen dan kerja sama seluruh anggota,” ungkapnya.

Musyda III ini menandai babak baru perjalanan ICMI Orda Bojonegoro: dari forum silaturahmi menuju gerakan intelektual yang lebih operasional, solutif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta kemajuan daerah.

Dengan kekuatan jejaring cendekiawan lintas sektor, ICMI diharapkan menjadi salah satu motor penggerak lahirnya Bojonegoro yang lebih maju, adil, dan sejahtera. (#)

Jurnalis Ansorul Hakim  Penyunting Sugeng Purwanto