Feature

Kartini Muda Muhammadiyah Benjeng Unjuk Kreativitas

30
×

Kartini Muda Muhammadiyah Benjeng Unjuk Kreativitas

Sebarkan artikel ini
Perguruan Muhammadiyah Benjeng merayakan Hari Kartini dengan apel khidmat, pawai budaya semarak, dan aneka lomba kreatif untuk menumbuhkan semangat perjuangan serta kepercayaan diri siswa sejak usia dini.
Suasana apel di Perguruan Muhammadiyah Benjeng. (Tagar.co/Linda Nur Fitria)

Perguruan Muhammadiyah Benjeng merayakan Hari Kartini dengan apel khidmat, pawai budaya semarak, dan aneka lomba kreatif untuk menumbuhkan semangat perjuangan serta kepercayaan diri siswa sejak usia dini.

Tagar.co – Pagi itu, warna-warni kebaya ratusan pelajar menunjukkan gagahnya pakaian adat Nusantara. Beragam kostum profesi pun turut menyulap lingkungan sekolah menjadi panggung budaya yang hidup. Mereka merayakan napas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam barisan pawai.

Kegiatan bermula dengan apel bersama yang berlangsung khidmat. Sulikah, M.Pd., perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF Kecamatan Benjeng, berdiri tegak sebagai pembina apel. Di hadapan para siswa dari jenjang KB, TK, SD, hingga SMP, ia membakar semangat melalui untaian amanat yang menyentuh esensi pendidikan.

“Kalian harus meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini, terutama semangat belajar, keberanian, serta kesetaraan dalam memperoleh pendidikan,” ujar Sulikah dengan nada tegas namun penuh kasih.

Ia mengingatkan, tantangan zaman modern memerlukan kreativitas dan rasa percaya diri yang tinggi. Baginya, sosok Kartini bukan sekadar simbol pakaian adat, melainkan api yang harus tetap menyala dalam sanubari setiap pelajar untuk terus berkembang tanpa batas.

Baca Juga:  Guru PAUD Tarik Tunjukkan Kreativitas dalam Lomba Mewarnai dan Fashion Show

Baca Juga: Semangat Kartini Masih Terasa di Krian, Upacara Kolaboratif Hidupkan Nilai Perjuangan

Perguruan Muhammadiyah Benjeng merayakan Hari Kartini dengan apel khidmat, pawai budaya semarak, dan aneka lomba kreatif untuk menumbuhkan semangat perjuangan serta kepercayaan diri siswa sejak usia dini.
Pemberangkatan pawai oleh Sulikah dan Lilis. (Tagar.co/Linda Nur Fitria)

Pawai Budaya dan Panggung Ekspresi

Setelah prosesi apel usai, suasana tenang seketika berubah menjadi riuh yang menyenangkan. Genderang pawai mulai bertalu. Seluruh siswa tumpah ruah ke jalanan di sekitar sekolah, menciptakan barisan panjang yang mencuri perhatian warga. Anak-anak kecil dari KB dan TK tampak menggemaskan dengan langkah-langkah kecil mereka, sementara siswa SMP berjalan penuh wibawa mengenakan busana tokoh-tokoh inspiratif perempuan.

Kemeriahan tidak berhenti pada arak-arakan semata. Di sudut lain sekolah, aroma kompetisi yang sehat mulai terasa. Siswa SD beradu gaya dalam lomba fashion show. Mereka berjalan di atas panggung darurat dengan keanggunan busana tradisional yang memukau para juri.

Sementara itu, siswa SMP memilih jalan literasi dan visual melalui lomba cipta serta baca puisi. Tak ketinggalan, para penggemar lensa berkompetisi dalam lomba fotografi bertema “Kartini Zaman Now”.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah nyata bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, melatih keberanian, dan menumbuhkan rasa percaya diri,” ungkap Lilis, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Benjeng (Spem Eight).

Baca Juga:  Warna-warni Kebaya dan Pakaian Adat Ramaikan Catwalk Kartinian Sekolah Ini ‎

Ia menegaskan, sekolah memandang peringatan ini lebih dari sekadar seremonial tahunan. Lewat lomba-lomba tersebut, siswa belajar menuangkan ide dan pandangan mereka tentang bagaimana menjadi sosok Kartini yang relevan di era digital.

Baca Juga: Generasi Merdeka di Spem Eight: Polisi Mengajar Disiplin, Tangguh, dan Antibullying

Membentuk Karakter Generasi Inspiratif

Melalui jepretan kamera dan bait-bait puisi, para siswa berusaha memotret wajah Kartini masa kini. Ada yang menggambarkan Kartini sebagai guru, dokter, hingga sosok ibu rumah tangga yang tangguh. Inilah tujuan utama Perguruan Muhammadiyah Benjeng: menanamkan nilai-nilai perjuangan pahlawan ke dalam karakter yang mandiri dan menghargai sejarah.

Lilis berharap semangat ini tidak luntur saat baju adat kembali masuk ke dalam lemari. “Kami berharap nilai-nilai perjuangan Kartini dapat terus tertanam dalam diri siswa,” tambahnya.

Baginya, momentum ini menjadi pijakan penting bagi sekolah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk berkontribusi bagi bangsa. Peringatan Hari Kartini tahun 2026 ini sukses meninggalkan kesan mendalam. Di tengah gempuran budaya modern, anak-anak Benjeng membuktikan, identitas nasional dan semangat emansipasi tetap memiliki tempat istimewa. (#)

Baca Juga:  Bila Raden Ajeng Kartini Hidup di Zaman Sekarang

Jurnalis Linda Nur Fitria Penyunting Sayyidah Nuriyah