Feature

Generasi Merdeka di Spem Eight: Polisi Mengajar Disiplin, Tangguh, dan Antibullying

44
×

Generasi Merdeka di Spem Eight: Polisi Mengajar Disiplin, Tangguh, dan Antibullying

Sebarkan artikel ini
Siswa SMP Muhammadiyah 8 peserta Polisi Mengajar

Jumat pagi itu, lapangan Spem Eight berubah menjadi ruang belajar terbuka. Polisi hadir bukan dengan seragam tegas semata, melainkan membawa pesan: disiplin, tangguh, dan berani berkata tidak pada bullying.

Benjeng – Pagi itu, Jumat (15/8/2025), lapangan SMP Muhammadiyah 8 Benjeng (Spem Eight) terasa berbeda dari biasanya. Derap langkah para siswa menuju lokasi kegiatan diiringi senyum penasaran.

Mereka tahu, hari ini bukan sekadar belajar di kelas, melainkan bertemu tamu istimewa: tim Polisi Mengajar dari Polsek Banjeng yang datang untuk berbagi ilmu dan motivasi dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka adalah Aiptu Mualix Topa (Kanit Samapta) dan Aipda Kusaini (Kanit Bimas).

Baca juga: Saat UKS Ceria Menjadi Pahlawan Sunyi di Pertandingan Futsal

Dengan nuansa kemerdekaan, para siswa diajak memahami makna generasi merdeka. Bukan hanya soal kebebasan berekspresi, tetapi juga menjadi pribadi hebat karena disiplin, keren tanpa bullying, dan tangguh tanpa kekerasan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya tata tertib, saling menghargai, hingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi semua.

Suasana semakin hidup ketika sesi interaktif dimulai. Ada tanya jawab, ada simulasi singkat tentang bagaimana bersikap tegas, disiplin, dan menghormati sesama. Wajah-wajah antusias terlihat di bangku siswa, bahkan beberapa mengaku termotivasi untuk lebih tertib serta berani menolak segala bentuk perundungan.

“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang berani berkata tidak pada kekerasan dan perundungan. Ingat, disiplin itu bukan beban, tapi jalan menuju kesuksesan. Mulailah dari hal kecil—tepat waktu, hormati guru, dan sayangi teman,” tegas Pak Kusaiani, pemateri dari tim Polisi Mengajar, penuh semangat.

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, Lilis Jailatun bersama Aiptu Mualix Topa (kiri) dan Aipda Kusaini. (Tagar.co/Maria Hanim)

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, Lilis Jailatun, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang hadir langsung memberikan pembelajaran karakter. Harapan kami, nilai disiplin, tangguh, dan anti-bullying benar-benar terpatri dalam diri anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang hebat dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Melalui program ini, Spem Eight kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah ramah yang menumbuhkan karakter positif pada siswa. Slogan hari itu pun bergema di tengah lapangan sekolah: “Generasi Merdeka: Hebat karena disiplin, keren tanpa bullying dan kekerasan!”

Jurnalis Maria Hanim Penyunting Mohammad Nurfatoni