
Ikatan Wali Murid Mugeb Primary School menggelar Parenting Class bertajuk pengasuhan anak yang baik dan berani, menghadirkan psikolog klinis Irma Gustiana A. di Aston Gresik Hotel.
Tagar.co — Suasana Ballroom Aston Gresik Hotel & Conference Center tampak hangat pada Sabtu, 18 April 2026. Ratusan wali murid, baik ayah ataupun bunda, duduk melingkar mengelilingi meja bundar dengan pandangan fokus ke depan. Mereka hadir untuk mengikuti Parenting Class dalam rangka memperingati Milad ke-31 Mugeb Primary School (SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik). Pada tahun ini, Ikatan Wali Murid (Ikwam) mengusung tema besar: “Parenting Style and Their Impact on Children: Raise Kind and Brave Kids”.
Narasumber utama, Irma Gustiana A. S.Psi., M.Psi., Psikolog, membuka sesi dengan pernyataan yang menggugah kesadaran. “Bahagia itu emosi paling pendek yang manusia bisa rasakan. Kalau kita happy sekarang, nanti siang belum tentu. Namun, kalau emosi sedih, itu bisa bertahan jauh lebih lama,” ujar pendiri Klinik Ruang Tumbuh yang akrab disapa Ayank ini.
Irma mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri. Ia bertanya dengan lembut apakah ada orang tua yang hingga kini masih menyimpan amarah dan belum memaafkan seseorang. Menurutnya, mindful atau kesadaran penuh dalam proses pengasuhan adalah kunci utama.
Sebagai konselor pernikahan, ia menyayangkan tren perceraian yang kini marak terjadi. Bahkan pada usia pernikahan yang sudah lama. Banyak pasangan yang merasa anak-anak sudah besar sehingga mereka baru mencari kebahagiaan sendiri dengan berpisah. “Jangan sampai ini terjadi,” tegasnya.
Irma kemudian mengecek perasaan para ibu yang biasanya menjadi orang pertama bangun pagi dan paling malam menyentuh bantal. Meski duduk di ruangan tersebut, ia tahu pikiran para ibu tetap melayang memikirkan kondisi anak di rumah. Menurutnya, menjadi ibu adalah tantangan luar biasa, begitu pula ayah yang setiap hari setia membersamai dan mendukung peran tersebut.
Baca Juga: Capaian Gemilang Mugeb di Usia 31 Tahun Bukan Titik Akhir
Membongkar Mitos dan Fakta Pengasuhan Modern
Sesi berlanjut dengan interaksi menarik. Irma mengajak peserta bermain “Mitos atau Fakta”. Jika pernyataan adalah mitos, peserta mengangkat tangan kiri, dan tangan kanan jika itu merupakan fakta.
Salah satu poin yang ia tekankan adalah mengenai teknologi. Anggapan bahwa anak cukup pintar dan melek teknologi saja sudah cukup untuk masa depan ternyata hanyalah mitos. Sebaliknya, mengajarkan empati sejak dini adalah fakta yang krusial.
“Anak perlu belajar empati, bukan hanya soal benar dan salah, tetapi juga tentang bagaimana perasaan orang lain,” jelas penulis buku pengembangan diri ini.
Ia mematahkan kekhawatiran bahwa terlalu peduli pada orang lain akan membuat anak lemah. Justru, empati yang terlatih sejak kecil akan membuat anak lebih matang secara emosional dan bijak dalam bersikap.
Irma juga mendefinisikan ulang makna keberanian. Berani bukan berarti selalu terlihat kuat, tidak boleh menangis, atau harus selalu menang. Itu adalah mitos. Fakta sebenarnya dari keberanian adalah kemampuan anak untuk berkata tidak, menjaga batas (boundary), dan tetap berbuat baik meski tidak ada orang yang melihatnya. Pengasuhan, menurut Irma, adalah kata kerja yang melambangkan interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak.
Menjadi orang tua adalah peran paling mulia sekaligus menantang karena tidak ada sekolah resminya. Setiap hari adalah proses belajar sambil praktik. “Menjadi orang tua itu sepanjang waktu. Ibu tidak bisa istirahat total. Yang bisa kita lakukan adalah mengelola diri agar mampu menjalankan peran tersebut dengan optimal,” tambahnya di hadapan para wali murid yang antusias.

Mengenal Ekologi dan Temperamen Unik Anak
Selanjutnya, Irma memaparkan teori lima lapis ekologi anak. Perkembangan anak terjadi di tengah sistem lingkungan yang saling terkait. Mulai dari mikrosistem (keluarga dan sekolah), mesosistem (komunikasi orang tua-guru), eksosistem (kebijakan tempat kerja orang tua), makrosistem (nilai budaya), hingga kronosistem (perubahan waktu). Karakter anak merupakan hasil kolaborasi sempurna antara potensi alami (genetik) dan lingkungan.
Terkait temperamen, Irma membaginya menjadi tiga jenis: mudah, sulit, dan lambat beradaptasi. Anak dengan temperamen sulit memerlukan waktu lebih lama untuk berinteraksi dengan dunia luar. Ia mengingatkan orang tua agar tidak terjebak dalam memberi label atau mendiagnosis anak secara sembarangan.
“Labeling itu berbahaya karena bisa menjadi mindset yang sulit diubah. Yang jauh lebih penting adalah memberikan stimulasi atau terapi yang tepat,” ungkapnya.
Psikolog asal Jakarta ini mencontohkan anak yang sangat sensitif, seperti tidak suka jenis baju tertentu atau tidak mau kakinya basah. Namun, anak tersebut mungkin menemukan kekuatannya melalui bermain drum untuk mengelola emosi saat merasa kewalahan (overwhelming). Jika orang tua memiliki sifat temperamental, Irma menyarankan agar mereka terlebih dahulu belajar mengelola emosi sendiri. Orang tua adalah model peran utama (role model) bagi anak.
Acara yang berlangsung meriah ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. Yaitu Petrokimia Gresik, Sea Auto Care (Car Wash), PLN, Karya Adiputra Mandiri Contraktor X General Suplier, PT Petro Graha Medika RS Petrokimia Gresik, K3PG, PLN Nusantara Power Muara Karang, Pertamina (Patra Niaga), Dua Barlian Gold, Bank Syariah Indonesia KC Gresik Kartini, BLP Build For Better Life Properti, Petrokimia Kayaku, RS Umum Denisa, PGN Saka Power To Discover, AOG Arma Overland Gear, Volaille Paperie, Legittes, PT Gemilang 3 Aksara, Scudetto Sport & Apparel, Geprek Mania, Bledos Steak, Sumber Ni’mat 2, Oman Durendol, Nitani Catering, Honda Mitra Orasik, Eva Frozen, Relin, PT. Satria Ninga Utama, Bu Muzanah Store, Auto Rama (Car Wash), Mentari Book, Skinraf By Dr Maya Nurma, Umidako Fancy Stationary & Crafting.
Dengan kolaborasi ini, Ikwam SD Muhammadiyah 1 GKB sukses memberikan bekal berharga bagi para orang tua untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh empati dan berani menghadapi tantangan zaman. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












