Feature

Bimbingan Perkawinan PDA Gresik Bekali Peserta Wujudkan Keluarga Sakinah

50
×

Bimbingan Perkawinan PDA Gresik Bekali Peserta Wujudkan Keluarga Sakinah

Sebarkan artikel ini
Majelis Tabligh PDA Gresik menggelar bimbingan perkawinan bagi ratusan perempuan muda untuk membekali kesiapan mental, kesehatan reproduksi, dan pemahaman agama demi mewujudkan rumah tangga yang harmonis.
Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin, M.Pd.I menyampaikan sambutan. (Tagar.co/Indah Putri Shofiyana)

Majelis Tabligh PDA Gresik menggelar bimbingan perkawinan bagi ratusan perempuan muda untuk membekali kesiapan mental, kesehatan reproduksi, dan pemahaman agama demi mewujudkan rumah tangga yang harmonis.

Tagar.co — Lantai tiga Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik tampak lebih riuh, Ahad, 19 April 2026. Sebanyak 103 perempuan muda berkumpul dengan antusiasme yang terpancar dari wajah mereka. Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik sengaja mengumpulkan mereka dalam sebuah agenda krusial: Bimbingan Perkawinan bertajuk “Merajut Cinta Dalam Ridlo Illahi”.

Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sinergi kuat antara Majelis Tabligh, Majelis Pembinaan Kader, serta Majelis PAUD Dasmen. Pesertanya datang dari berbagai lini, mulai dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), hingga kader Nasyiatul Aisyiyah dan IMMawati. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yang sedang menanti masa indah pernikahan.

Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Gresik, Dra. Khoiriyah, membuka acara dengan pesan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup manusia yang bermula sejak ucapan ijab kabul.

Baca Juga:  Dalam Hening, Teman Tuli Mengaji Isyarat: Semangat Awal Tahun di Doudo

“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi, tanggung jawab, dan kesiapan lahir batin,” tegas Khoiriyah di depan para peserta.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak sembarangan memilih pendamping. Memilih pasangan hidup yang tepat dengan fondasi keimanan yang kokoh adalah harga mati dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

“Pembekalan seperti ini penting agar para peserta memiliki bekal yang cukup dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” tambahnya dengan nada penuh harap.

Majelis Tabligh PDA Gresik menggelar bimbingan perkawinan bagi ratusan perempuan muda untuk membekali kesiapan mental, kesehatan reproduksi, dan pemahaman agama demi mewujudkan rumah tangga yang harmonis.
Peserta fokus menyimak sambutan. (Tagar.co/Ain Nurwindasari)

Meneladani Cahaya Dua Srikandi

Suasana semakin hangat saat Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, M.Pd.I., memberikan sambutannya. Momentum kegiatan yang berdekatan dengan peringatan Hari Kartini ini ia manfaatkan untuk membakar semangat para peserta. Innik mengajak para perempuan muda tersebut untuk meneladani dua sosok agung, yakni Nyai Walidah dan R.A. Kartini.

Menurut Innik, kedua tokoh tersebut merupakan simbol cahaya yang memberikan inspirasi, semangat, dan pencerahan bagi kaum perempuan di Indonesia. Ia memandang para peserta yang hadir sebagai perempuan-perempuan hebat yang sedang berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Jodoh memang rahasia Tuhan, namun ikhtiar manusia menjadi variabel yang tidak boleh terputus.

Baca Juga:  Ramadan tanpa Defisit, Pentingnya Skala Prioritas dalam Mengatur Keuangan

“Jodoh adalah di tangan Allah dan kita semua tetap harus berikhtiar. Ketika belum dikaruniai pernikahan, maka kita tetap bisa melakukan hal-hal positif dan produktif untuk mempersiapkan diri,” tutur Innik lembut namun tegas.

Baginya, masa lajang adalah waktu terbaik untuk menimbun ilmu dan mematangkan mental sebelum benar-benar memikul tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu.

Masuk ke sesi materi, Dra. Faridah Muwafiq membedah konsep “Keluarga Sakinah dalam Perspektif Islam”. Faridah menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak turun begitu saja dari langit.

Ia menegaskan, keluarga sakinah harus berdiri di atas fondasi iman, komunikasi yang sehat, serta sikap saling menghormati. Setiap anggota keluarga wajib memahami dan menjalankan hak serta kewajiban masing-masing secara seimbang sesuai syariat.

Benteng Kesehatan dan Komitmen

Tak hanya soal spiritualitas, panitia juga membekali peserta dengan pengetahuan medis melalui dr. Yuliana Arisanti, Sp.OG. Pakar kesehatan ini diagendakan mengupas tuntas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai modal awal memasuki jenjang pernikahan. Peserta mendapatkan edukasi mendalam mengenai kesehatan fisik perempuan, proses kehamilan, hingga pola hidup sehat yang harus mereka terapkan sejak dini.

Baca Juga:  Dalam Hening, Teman Tuli Mengaji Isyarat: Semangat Awal Tahun di Doudo

Perwakilan Pengadilan Agama akan memaparkan materi tentang pencegahan perceraian. Sesi ini harapannya menjadi momen reflektif bagi para peserta. Pihak Pengadilan Agama akan membedah fakta lapangan mengenai berbagai pemicu keretakan rumah tangga, seperti buruknya komunikasi, guncangan ekonomi, hingga ketidaksiapan mental yang sering kali menjadi bom waktu dalam pernikahan.

Mereka juga memberikan wawasan tentang pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan setiap konflik. Menjaga komitmen awal menjadi kunci agar ego masing-masing individu tidak menghancurkan bangunan rumah tangga yang telah susah payah mereka tegakkan. Diskusi berlangsung interaktif; banyak peserta yang melontarkan pertanyaan tajam mengenai realitas kehidupan pasca-menikah.

Bimbingan perkawinan ini menjadi bukti nyata ikhtiar PDA Gresik dalam membentengi ketahanan keluarga. Dengan kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan medis yang memadai, para perempuan muda Gresik ini kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk menyongsong masa depan dan mewujudkan keluarga yang kuat serta penuh berkah. (#)

Jurnalis Ain Nurwindasari Penyunting Sayyidah Nuriyah