Feature

TMA Ula Cetak 62 Perempuan Berkemajuan Gresik

38
×

TMA Ula Cetak 62 Perempuan Berkemajuan Gresik

Sebarkan artikel ini
62 peserta Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA) Ula PDA Gresik tuntaskan pendidikan perempuan berkemajuan, fokus pada bekal ilmu keluarga dan persyarikatan.
62 peserta di penutupan TMA Ula. (Tagar.co/Fery Indah Kuswita)

62 peserta Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA) Ula PDA Gresik tuntaskan pendidikan perempuan berkemajuan, fokus pada bekal ilmu keluarga dan persyarikatan.

Tagar.co — Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik sukses menutup kegiatan Tarbiyatul Mar’ah ‘Aisyiyah (TMA) Ula gelombang 1 dan 2. Acara penutupan berlangsung khidmat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Sabtu, 22 November 2025.

Sebanyak 62 peserta dari unsur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Putri—meliputi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Hizbul Wathan (HW)—telah menuntaskan rangkaian pembelajaran. Program ini terselenggara secara hibrida, mulai 27 Oktober hingga 22 November 2025.

Acara penutupan, yang dipandu oleh Fery Indah Kuswita, dibuka dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi (GWI) oleh Hikmaro Isyah (IMM). Selanjutnya, seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah, dengan dirigen Ria Amelia Falah (IMM).

Dalam sambutan sekaligus laporan panitia, Ketua Pelaksana TMA Ula, Lilik Isnawati, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program pendidikan khusus perempuan Aisyiyah tersebut.

“TMA Ula gelombang 1 dan 2 diikuti oleh 62 peserta. Kami merancang program ini agar para putri Aisyiyah memiliki bekal ilmu, wawasan, dan kesiapan dalam memasuki kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  PPL Terbimbing hingga Mandiri, Umsura Menyiapkan Guru PPG Profesional

Lilik juga menyatakan kebanggaan bahwa Gresik menjadi salah satu daerah yang konsisten menyelenggarakan TMA Ula. “Alhamdulillah, kegiatan ini adalah yang kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Bojonegoro. Ini menunjukkan komitmen Gresik dalam mencetak perempuan berkemajuan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa para peserta memperoleh materi krusial, seperti adabul mar’ah fil islami (etika perempuan dalam Islam), fikih perempuan, psikologi keluarga, hingga kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi. Materi tersebut menjadi bekal penting menuju perempuan yang mandiri, berdaya, dan kontributif di tengah masyarakat.

Laporan Ketua Pelaksana TMA Ula. (Tagar.co/Fery Indah Kuswita)

Fondasi Keluarga Sakinah dan Generasi Terbaik

Pada sesi penguatan, Koordinator Bidang MPK PDA Gresik, Nurfadlilah, memberikan pesan mendalam kepada para peserta.

“Harapan saya, ketika kalian kelak memasuki gerbang pernikahan, kalian sudah memiliki bekal ilmu yang cukup agar mampu membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” ungkapnya.

Nurfadlilah menekankan pentingnya membangun generasi yang berkualitas, merujuk pada firman Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 9.

“Jangan sampai kalian meninggalkan generasi yang lemah—baik fisik, intelektual, spiritual, maupun ekonominya. TMA harus menjadi fondasi agar kalian menjadi perempuan kuat yang mampu melahirkan generasi terbaik,” ujarnya.

Baca Juga:  SD Almadany Sah Dinobatkan Sekolah Adiwiyata

Nurfadlilah turut memotivasi peserta untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11, ia menegaskan, “Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu. Maka, jangan takut urusan biaya. Asal ada kemauan, Allah pasti memberi jalan.”

Sebagai inspirasi, ia mencontohkan beberapa kader yang sedang atau telah menyelesaikan studi S-2, termasuk Fery dan Lilik, serta beberapa kader MPK lainnya.

Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, menutup secara resmi acara ini. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya memahami Manhaj Tarjih Muhammadiyah.

“Perempuan Aisyiyah harus memahami perspektif, sumber ajaran Al-Qur’an dan Sunah, pendekatan bayani, burhani, irfani, dan metode ijtihad dalam beragama. Ini penting agar kalian tumbuh sebagai muslimah cerdas dan berperan dalam persyarikatan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah sebagai panduan dalam berorganisasi.

Penghargaan peserta terbaik TMA Ula. (Tagar.co/Fery Indah Kuswita)

Kesan Peserta dan Penghargaan

Salah satu peserta dari unsur IPM, Zayyanah Al Karimah, menyampaikan kesan mendalamnya. “Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan TMA. Meskipun berlangsung dalam lima pertemuan, setiap sesi selalu menarik dan membuat saya penasaran untuk belajar lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Bedah Film Suara Kirana, Saat Remaja Diajak Mengisi Gelas Kosongnya

Ia berharap TMA terus dikembangkan di masa mendatang. “Semoga kegiatan TMA berlanjut dan diperluas ke sekolah atau madrasah lain, agar lebih banyak remaja perempuan merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dari setiap angkatan.

Angkatan 1:

  • Khumaira Zukhrufi Muizma – SMA 1 Gresik
  • Julyyas Kasih Adisa Bahariski – MAM 1 Sidayu
  • Zayyanah Al Karimah – MAM 1 Sidayu

Angkatan 2:

  • Afrihul Widad – Nasyiatul Aisyiyah
  • Anis Fitrotul Maghfiroh – Nasyiatul Aisyiyah
  • Hikmaro Isyah – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Acara penutup berlangsung dengan penuh haru dan kebahagiaan. Semangat para kader perempuan muda dalam mengikuti seluruh rangkaian TMA Ula menjadi bukti, Aisyiyah terus melahirkan perempuan berkemajuan, berakhlak, dan berdaya. (#)

Jurnalis Fery Indah Kuswita Penyunting Sayyidah Nuriyah