
Mahasiswa PPG Umsura praktik lapangan di SDN Kapasan III Surabaya guna mengasah profesionalisme, kompetensi pedagogis, dan integritas melalui skema PPL Terbimbing serta Mandiri.
Tagar.co — Langkah kaki lima mahasiswa itu mantap saat memasuki gerbang SDN Kapasan III Surabaya. Pagi itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan babak baru dalam perjalanan panjang mereka menjadi pendidik profesional.
Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS), resmi menerjunkan mereka untuk menyelami realita dunia persekolahan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026.
Suasana hangat menyambut kehadiran rombongan. Dr. Shoffan Shoffa, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menyerahkan langsung para mahasiswa tersebut kepada pihak sekolah. Kelima calon guru tersebut ialah Ganesha Gistha Annafi, Intan Nurul Aini, Isnaeny Nurdiana Anggraeni, Martika Elsa Widyaningrum, dan Natasya Zam Zam Firdaus. Mereka membawa misi besar: mengubah teori-teori akademik di kampus menjadi aksi nyata di ruang kelas.

Dari Observasi hingga Asistensi Mengajar
Kepala SDN Kapasan III, Trisno Santoso, S.Pd., menyambut baik kolaborasi ini. Bersama guru pamong, Nining Haerunnisa, M.Pd., ia menerima tanggung jawab untuk membimbing para talenta muda ini.
Pada semester ini, mahasiswa memulai Tahap 1, yakni PPL Terbimbing. Skema ini mewajibkan mereka melakukan orientasi mendalam, mengobservasi perangkat ajar, hingga membantu guru dalam proses asesmen siswa secara langsung di lapangan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan Umsura yang menjadikan sekolah kami sebagai mitra PPL,” ujar Trisno Santoso saat memberikan sambutan.
Ia menekankan, etika dan kontribusi nyata adalah kunci utama keberhasilan program ini. “Kami berharap mahasiswa PPG menunjukkan sikap profesional, menjaga etika, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran di sini,” tambahnya dengan tegas namun penuh harapan bagi masa depan pendidikan.
Senada dengan hal tersebut, Nining Haerunnisa selaku guru pamong mengingatkan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjadi guru. Ia menuntut kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi dari para mahasiswa selama masa praktik. Baginya, partisipasi aktif mahasiswa di lapangan merupakan laboratorium terbaik untuk membentuk karakter calon guru yang tangguh sebelum mereka benar-benar terjun melayani masyarakat luas.
Baca Juga: BEM FIK UM Surabaya Dorong UMKM Ambunten Timur Naik Kelas lewat Penyuluhan Wirausaha
Transformasi Menuju Kemandirian Pendidik
Setelah melewati fase terbimbing, para mahasiswa ini tidak lantas bersantai. Kurikulum PPG telah menyiapkan tantangan yang lebih besar pada semester berikutnya, yaitu Tahap 2: PPL Mandiri. Pada fase ini, mahasiswa harus mengelola pembelajaran secara otonom. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan refleksi mendalam dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memecahkan berbagai masalah yang muncul saat proses belajar-mengajar berlangsung di kelas.
Dr. Shoffan Shoffa menjelaskan, skema berjenjang ini bertujuan menciptakan pendidik yang tidak hanya mahir berbicara di depan kelas, tetapi juga berbasis riset. “Kami merancang skema PPL Terbimbing dan Mandiri untuk membentuk calon guru yang menguasai teori sekaligus siap praktik berbasis refleksi. Kami ingin mereka menjadi pendidik profesional yang adaptif, inovatif, dan fokus pada kualitas,” urai Shoffan menjelaskan visi besar kampus.
Kehadiran para mahasiswa ini pun membawa angin segar bagi suasana sekolah. Selain menjalankan tugas akademik, mereka berperan sebagai motivator bagi para siswa di SDN Kapasan III. Dengan semangat muda yang mereka bawa, para mahasiswa ini harapannya mampu menularkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian untuk bermimpi besar kepada anak-anak didik melalui interaksi harian yang edukatif dan inspiratif.
Melalui langkah strategis ini, Umsura terus membuktikan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan nasional. Penempatan mahasiswa PPL bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk mencetak guru-guru berintegritas yang siap bersaing secara kompetitif. Kampus berharap para lulusan PPG kelak mampu menjawab tantangan zaman dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. (#)
Jurnalis Shoffan Shoffa Penyunting Sayyidah Nuriyah












