
Tagar.co – Suasana pagi cerah ceria mengiringi upacara bendera yang dikemas dengan momen hari Kartini IPM Ranting MTs Muhammadiyah 3 Sumberrejo Bojonegoro (MTs Muga Sumberrejo), Selasa (21/4/2026).
Aneka batik mewarnai kostum siswa MTs Muga Sumberrejo dalam memperingati Hari Kartini. Sedangkan guru dan karyawan memakai baju putih hitam sesuai jadwal hari Selasa.
Siswa kelas VIII B bertugas mengadakan upacara bendera. Peringatan hari Kartini MTs Muga Sumberrejo dilakukan perdana ini dilaksanakan di Aula KH Ahmad Dahlan Komplek Perguruan Muhammadiyah Sumberrejo.
Khoerul Isnaini, S.Pd, Kepala MTs Muga Sumberrejo, menjadi pembina upacara. Dalam sambutannya dia menceritakan singkat biografi RA Kartini yang lahir di Jepara 21 April 1879. Putri Bupati Jepara. Waktu kecil sempat mengenyam SD Belanda. Setelah umur 12 tahun dipingit hingga meninggalkan sekolah.
Namun suka berkorespondensi dengan istri pejabat Belanda, guru, dan aktivis Belanda. Dalam surat itu Kartini menuangkan uneg-uneg dan pikirannya tentang nasib perempuan di Jawa.
“Dari surat-surat tersebut, kemudian dibukukan dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang. RA Kartini berjuang untuk mengangkat derajat perempuan supaya berpendidikan. Agar perempuan mempunyai kesempatan sekolah yang tinggi dengan istilah emansipasi wanita,” katanya.
Karena perjuangan pemikirannya tersebut, Presiden Ir. Sukarno menobatkan sebagai Pahlawan Nasional.
Isnaini mengajak anak MTs Muga Sumberrejo lebih semangat menuntut ilmu, karena kesempatannya sangat luas dibanding zaman RA Kartini. Supaya cita-citanya tercapai demi kelangsungan bangsa dan negara.

Usai upacara bendera, Machmud Shofi, M.Pd.I, Wakasek Urusan Kesiswaan, mengumumkan kegiatan Kartinian dengan Cerdas Cermat Pelajar (CCP).
Dilla Alifatullail, Ketua Umum IPM Ranting MTs Muga Sumberrejo, memberikan arahan acara CCP dengan memanggil peserta dari perwakilan tiap kelas 3.
Bu Siti Mulaimah, S.Pd, Bu Hudianan Rohmawati dan Pak Sabilil Muttaqin, S.Pd, guru koordinator lomba CCP menyampaikan soal yang harus dijawab peserta dengan cepat. Suasana tegang dan seru adu cepat menjawab pertanyaan.
Hasil akhir peserta kelas IX A juara 1, kelas VII A juara 2, dan kelas VIII B juara 3.
Setelah CCP dilanjutkan dengan pemberian reward kostum batik terbaik. Dua juri Bu Astika Rohma Yanti, S.Pd dan Bu Hajar Nurista Rochmasari, S.Pd, menilai kostum batik siswa terbaik yaitu: juara 1 Abdi Muklisin, juara 2 Safia Imam Safitri, dan juara 3 Aliya Syafana Rabbani Agustin.
Acara ditutup dengan pemberian reward seragam batik serasi dan terpilihlah lima siswa yaitu: Ramzi, Reihan, Fahmi, Arfa, dan Fikri. (#)
Jurnalis Mahmud Shofi Penyunting Sugeng Purwanto












