Feature

Kloter Perdana Haji Indonesia 2026 Berangkat 22 April, Jadi Ujian Kualitas Layanan

108
×

Kloter Perdana Haji Indonesia 2026 Berangkat 22 April, Jadi Ujian Kualitas Layanan

Sebarkan artikel ini
Budi Agung Nugroho memberikan keterangan kepada media di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi, terkait kesiapan layanan jemaah haji Indonesia jelang kedatangan kloter perdana, April 2026. (Foto haji.go.id.)

Kloter perdana haji Indonesia 22 April 2026 menjadi ujian kesiapan layanan. Pemerintah diminta memastikan transportasi, akomodasi, dan kesehatan jemaah berjalan optimal sejak awal keberangkatan hingga tiba di Madinah.

Tagar.co — Keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026 menjadi titik krusial yang akan menguji kesiapan layanan haji secara menyeluruh, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyatakan seluruh persiapan di Madinah telah memasuki tahap akhir. Ratusan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disiagakan untuk memastikan kelancaran proses kedatangan jemaah di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.

Baca juga: Jemaah Haji Thailand Mulai Tiba di Madinah

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Budi Agung Nugroho, mengatakan layanan yang disiapkan mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Selain itu, skema fast track kembali diterapkan bagi jemaah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede untuk mempercepat proses keimigrasian.

“Penyambutan di bandara dilakukan secara singkat, sementara penyambutan resmi akan dilaksanakan di hotel,” ujar Budi di Kantor Daker Madinah, Ahad (19/4/26), dikutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah haji.go.id.

Baca Juga:  Transformasi Dam Haji, Lazismu Desain Instrumen Pemberdayaan Mustahik

Jemaah selanjutnya akan diarahkan secara terstruktur berdasarkan kelompok menuju hotel, dengan sistem distribusi bagasi yang telah diatur terpisah guna mempermudah mobilitas. Selama di Madinah, jemaah dijadwalkan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari sebelum diberangkatkan ke Makkah.

Kloter Pertama Tolok Ukur

Di sisi lain, DPR RI menekankan pentingnya pelayanan optimal sejak awal keberangkatan. Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyebut kloter pertama sebagai tolok ukur kualitas penyelenggaraan haji tahun ini.

“Kloter pertama ini akan menjadi indikator kesiapan layanan secara keseluruhan. Karena itu, kami mendorong agar tidak ada kendala, baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun layanan kesehatan,” kata Azis, di Jakarta Selasa (21/4/2026), dikutip dari kompas.com.

Ia meminta Kementerian Haji memastikan seluruh persiapan telah rampung 100 persen serta memperkuat koordinasi antarpetugas di dalam negeri dan Arab Saudi.

Selain itu, DPR juga menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan. Pendampingan serta layanan kesehatan bagi lansia diminta menjadi prioritas selama seluruh rangkaian ibadah haji.

Baca Juga:  Lima Resep Raih Predikat Haji Mabrur

“Jemaah lansia harus mendapat perhatian ekstra sejak keberangkatan hingga kepulangan,” ujarnya.

DPR menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan haji 2026. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa hambatan teknis. (#)

Mohammad Nurfatoni, dari berbagai sumber