Feature

Upgrade Keprotokoleran Organisasi, PCNA Brondong Gelar Pelatihan MC

52
×

Upgrade Keprotokoleran Organisasi, PCNA Brondong Gelar Pelatihan MC

Sebarkan artikel ini
Pelatihan MC oleh PCNA Brondong (Tagar.co/Lilik Maftuhatul Jannah)
Pelatihan MC oleh PCNA Brondong (Tagar.co/Lilik Maftuhatul Jannah)

Puluhan kader nasyiah Brondong mengikuti Pelatihan MC. Kegiatan ini sebagai upaya mencetak anggota yang memiliki seni dalam beretorika, pandai mengatur acara, serta menjaga kualitas keprotokoleran Nasyiatul Aisyiyah.

Tagar.co – Puluhan perempuan muda Nasyiatul ‘Aisyiyah mengenakan batik warna gading memenuhi Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, Lamongan, Jawa Timur pada Ahad, (19/4/2026).

Pagi itu, mereka sedang mengikuti pelatihan master of ceremony (MC) yang digelar Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Brondong, Lamongan.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga dalam rangka Silaturahim dan Halalbihalal. Tak hanya diikuti dari internal NA, tampak juga anggota dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) meramaikan acara.

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Ir. Anang Dwi Cahyono.

Pemateri yang sudah malang melintang dalam dunia MC itu berbagi tips, teknik, hingga mengajak kader Nasyiah praktik langsung dalam memandu acara.

Sambutan Ketua PCNA dan PCM Brondong

Dalam sambutannya, Ketua PCNA Brondong, Musfiroh, mengajak seluruh kader Nasyiah untuk menjaga niat dan melakukan segala sesuatu dengan tujuan ibadah dan dakwah.

Baca Juga:  Musykercab PCNA Brondong: Dari Refleksi Menuju Gerakan yang Lebih Progresif

“Kita berniat ikut majelis ilmu sampai tuntas adalah kunci ilmu berkah dan manfaat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCM Brondong, Nasikin menyampaikan, bahwa orang-orang yang gemar menuntut ilmu, akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

“Termasuk pelatihan MC ini juga menjadi pelatihan penting yang harus dikembangkan. Apapun itu, bermajlis ilmu tak akan pernah menjadi hal yang sia-sia. Maka selalu berlapang dada-lah dalam bermajlis ilmu, seperti tertera pada Surat al-Mujadalah ayat 11,” ucapnya.

Baca Juga: Dakwah Tak Hanya di Mimbar, Nasyiah Brondong Masifkan lewat Digital

Tiba di sesi materi, Anang Dwi Cahyono, mengingatkan para peserta agar menjaga kesiapan maksimal sebelum memandu sebuah acara.

Menurutnya, hal yang harus diperhatikan seorang MC adalah susunan acara harus dibuat minimal satu hari sebelum kegiatan berlangsung. “Sementara hal yang harus dihindari dalam keprotokoleran adalah susunan acara dibuat dadakan,” katanya.

Anang menambahkan, bahwa teknik menjaga jarak dengan microfon, termasuk mulut kita dalam memandu acara itu juga menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Baca Juga:  MBG ala Nasyiatul Aisyiyah Jompong, Gerakan Menu Berbuka Gratis untuk Masyarakat

“Kita harus menjaga kualitas suara. Seorang MC itu harus mempersiapkan diri dengan baik, demi menunjang keberhasilan menjadi MC,” ujar laki-laki kelahiran Desa Sedayulawas ini.

Hal yang Harus Dihindari oleh MC

Anang juga mengingatkan para peserta untuk menghindari kata ‘menginjak’ atau ‘memasuki acara selanjutnya’.

“Dua kalimat ini sering kita dengar ketika ada orang yang memandu acara. Padahal acara bukan untuk diinjak atau dimasuki,” ucapnya disambut tawa peserta yang hadir.

Menurut Anang, yang benar adalah kata ‘acara selanjutnya yaitu pembacaan ayat suci al-qur’an’. Kemudian untuk mempersilahkan juga sering kali keliru dengan menyebutkan waktu dan tempat kami persilahkan.

“Padahal yang benar adalah ‘kepada yang terhormat ayunda Musfiroh, M.Pd disilahkan,” terang Guru SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban ini.

Tak hanya mendapatkan teori, setiap satu perwakilan Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) juga diajak praktik langsung membawakan acara di depan para peserta.

Acara semakin terasa nuansa kekeluargaannya saat para peserta saling tukar kado. Sebelumnya, panitia memang menghimbau agar peserta pelatihan membawa kado senilai minimal 5000 rupiah.

Baca Juga:  Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah. Seluruh peserta menikmati hidangan menu lontong dan kare ayam yang cocok disantap di jam makan siang. (#)

Jurnalis Mafazah Helna Penyunting Nely Izzatul