Feature

Ramadan tanpa Defisit, Pentingnya Skala Prioritas dalam Mengatur Keuangan

29
×

Ramadan tanpa Defisit, Pentingnya Skala Prioritas dalam Mengatur Keuangan

Sebarkan artikel ini
Bendahara PDM Gresik Kiswanto, menyampaikan materi pengelolaan keuangan keluarga dalam Kajian Ramadan yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Gresik secara daring, Ahad (1/3/2026). (Tagar.co/Istimewa)

Pengelolaan anggaran dan penentuan skala prioritas menjadi kunci agar keluarga Muslim terhindar dari beban finansial di bulan suci.

Tagar.co — Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menggelar Kajian Ramadan secara daring pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan yang diikuti anggota Aisyiyah se-Kabupaten Gresik dan mengangkat tema pengelolaan keuangan keluarga selama bulan suci.

Kajian menghadirkan Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Kiswanto, S.Pd., M.M.. Doa menegaskan bahwa Ramadan tidak seharusnya diiringi peningkatan perilaku konsumtif. Menurutnya, bulan suci justru menjadi momentum untuk menata ulang manajemen keuangan keluarga.

Baca juga: Program Gerakan Aisyiyah Layani Disabilitas PDA Gresik Raih Penghargaan Pemkab

Dalam pemaparannya, Kiswanto mengutip Surah Hud ayat 6 yang menegaskan bahwa setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah Swt. Ia menilai keyakinan tersebut penting untuk menumbuhkan sikap tenang sekaligus bertanggung jawab dalam membelanjakan harta.

“Rezeki itu sudah Allah tetapkan. Tugas kita bukan khawatir berlebihan, tetapi mengelolanya dengan amanah dan perencanaan. Jangan sampai Ramadan yang seharusnya membawa keberkahan justru menyisakan beban finansial setelahnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Dalam Hening, Teman Tuli Mengaji Isyarat: Semangat Awal Tahun di Doudo

Ia kemudian memaparkan beberapa langkah praktis. Pertama, memastikan pendapatan terukur agar tidak terjadi defisit anggaran.

Kedua, menyusun anggaran belanja secara rinci, termasuk kebutuhan konsumsi serta alokasi zakat, infak, dan sedekah.

Ketiga, menetapkan skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan pokok dan kewajiban ibadah dibandingkan keinginan sesaat.

Pada sesi tanya jawab, Dra. Khoriyah menyampaikan refleksi bahwa secara hitungan manusia rezeki sering terasa tidak cukup. Namun dalam pengalamannya, “Kalkulator Allah selalu cukup dan bahkan lebih.”

Menanggapi hal tersebut, Kiswanto menekankan pentingnya disiplin dan komitmen dalam mengelola keuangan keluarga. “Jika sejak awal kita membuat perencanaan, insyaallah Ramadan bisa dijalani dengan tenang tanpa utang dan tanpa penyesalan,” tambahnya.

Peserta menyambut materi ini dengan positif karena dinilai praktis dan relevan. Nurfadllilah, M.Pd., mengaku mendapatkan banyak penguatan dari kajian tersebut.

“Materinya sangat relevan dengan kondisi Ramadan. Kami jadi lebih sadar pentingnya perencanaan dan tidak berlebihan dalam pengeluaran. Insyaallah ini menjadi bekal agar keluarga bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan terarah,” ungkapnya. (#)

Baca Juga:  Dalam Hening, Teman Tuli Mengaji Isyarat: Semangat Awal Tahun di Doudo

Jurnalis Ulyatun Nikmah Penyunting Mohammad Nurfatoni