Feature

Sinergi Zakat Mengubah Nasib: Kisah Pensiunan Guru dan Gerak Cepat Gus Jazuk

67
×

Sinergi Zakat Mengubah Nasib: Kisah Pensiunan Guru dan Gerak Cepat Gus Jazuk

Sebarkan artikel ini
Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbullah Aziz Salju Sodar, akrab dipanggil Gus Jazuk (kanan) saat survey di rumah Yuli Trisnowati, Rabu, 15 April 2026 (Berlian/Tagar.co)

Sinergi Baznas dan Lazismu menghadirkan harapan bagi Yuli Trisnowati, pensiunan guru di Sidoarjo. Gerak cepat Gus Jazuk memastikan penanganan kesehatan keluarga sekaligus program bedah rumah yang mengubah hidupnya secara berkelanjutan.

Tagar.co — Senja di kawasan Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur, seakan menyimpan kisah pilu yang lama terpendam. Di sebuah rumah sederhana yang nyaris runtuh, Yuli Trisnowati (66), seorang pensiunan guru, menjalani hari-harinya dengan keterbatasan.

Namun, harapan itu perlahan hadir ketika langkah cepat M. Chasbil Aziz Salju Sodar—yang akrab disapa Gus Jazuk—membuka jalan perubahan bagi hidupnya.

Kunjungan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, 15 April 2026, itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang untuk memastikan langsung kondisi yang sebelumnya telah diberitakan oleh Tagar.co.

Baca berita terkait: Atap Rumahnya Runtuh, Pensiunan Guru di Sidoarjo Menanti Kepedulian

Dari luar, rumah itu tampak renta; atapnya banyak yang runtuh, rangka kayu lapuk dimakan usia, dan sebagian ruangan nyaris tak lagi layak digunakan. Setiap tetes hujan menjadi ancaman bagi keselamatan penghuninya.

Baca Juga:  Lazismu Sidoarjo Perkuat Gerakan Filantropi Masjid, Kantor Layanan Masjid An-Nur Resmi Dilantik
Yuli Trisnowati (tengah) bersama anaknya Adi Nugroho sudah mendapat perawatan di RS Siti Hajar, Sidoarjo, setelah dikunjungi Ketua Baznas Sidoarjo, Gus Jazuk. (Yekti Pitoyo/Tagar.co)

Namun, di balik kerusakan fisik bangunan, tersimpan persoalan yang lebih menggetarkan hati.

Saat menyusuri bagian dalam rumah, Gus Jazuk mendengar rintihan lirih dari sebuah kamar. Dengan nada lembut ia bertanya, “Nikun sinten, Bu?”

Pertanyaan sederhana itu membuka kisah yang selama ini dipendam Yuli. Dengan mata berkaca-kaca, ia menjawab, “Anak kulo, Gus… sakit, disuruh operasi. Saya tidak punya biaya.”

Anak yang dimaksud adalah Adi Nugroho, yang selama ini hanya dirawat seadanya di rumah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut segera memantik respons cepat dari Gus Jazuk. Tanpa menunda waktu, ia memastikan solusi konkret.

“Nggih, dibantu Bu. BPJS-nya diaktifkan. Menawi wonten biaya, Bazna insyaallah bantu,” ujarnya menenangkan.

Ucapan itu bukan sekadar janji. Dalam waktu singkat, koordinasi dilakukan bersama Lazismu Sidoarjo untuk memastikan penanganan medis segera berjalan. Adi Nugroho pun langsung dirujuk ke RS Siti Hajar guna mendapatkan perawatan yang lebih layak. Proses medis kini telah berlangsung, meliputi pemeriksaan darah, pemasangan infus, hingga menunggu jadwal USG.

Baca Juga:  Lewat Lazismu, SMP Al-Islam Krian Salurkan Donasi Banjir Sumatra dan Aceh Rp13,8 Juta

Di saat yang sama, keluarga juga mendapatkan pendampingan administratif, termasuk pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat pengajuan bantuan pembiayaan ke BAZNAS. Pendekatan simultan ini memungkinkan bantuan diberikan secara cepat dan tepat sasaran tanpa terhambat prosedur birokrasi.

Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Baznas Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan program bedah rumah bagi Yuli Trisnowati. Langkah ini menjadi krusial mengingat kondisi hunian yang membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga dalam jangka panjang.

Kisah Yuli semakin menyentuh ketika menilik latar belakangnya. Sebagai pensiunan guru dan anggota Aisyiyah, ia telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk dunia pendidikan dan pelayanan masyarakat. Ironisnya, di usia senja, ia justru harus menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi rumah yang memprihatinkan, serta beban kesehatan anggota keluarga.

Gerak cepat atau gercep yang ditunjukkan Gus Jazuk mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan solutif. Kehadirannya tidak berhenti pada peninjauan semata, tetapi memastikan setiap persoalan ditangani secara nyata dan terintegrasi. Sinergi antara Baznas dan Lazismu juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi lembaga filantropi dapat menghadirkan solusi komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Lazismu Sidoarjo Salurkan Mushaf Al-Qur’an dan Makanan untuk Perempuan Binaan Rutan

Kini, proses bantuan masih terus berjalan. Adi Nugroho menjalani tahap perawatan medis, sementara persiapan bedah rumah tengah disusun. Meski tantangan belum sepenuhnya usai, secercah harapan mulai tumbuh di rumah sederhana itu.

Dari bangunan yang nyaris roboh hingga terbukanya akses layanan kesehatan, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian yang diiringi tindakan nyata mampu menghadirkan perubahan. Bagi Yuli Trisnowati, bantuan tersebut bukan sekadar solusi sesaat, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang lebih bermartabat. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni