Feature

Wabup Sidoarjo Sedih: Ribuan Perusahaan Berdiri, Warga Sekitar Belum Sejahtera

72
×

Wabup Sidoarjo Sedih: Ribuan Perusahaan Berdiri, Warga Sekitar Belum Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Tim Lazismu Sidoarjo audensi dengan Wakil Bupati Hj. Mimik Indayana, di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Jalan Sultan Agung No. 1 Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 5 Maret 2026 (Tagar.co/Berlian)

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana mengaku sedih melihat sebagian masyarakat di sekitar kawasan industri Sidoarjo belum merasakan dampak ekonomi. Ia mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, dan Lazismu.

Tagar.co – Sidoarjo dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Namun di balik geliat ribuan perusahaan yang berdiri, masih banyak warga di sekitarnya yang belum merasakan dampak kesejahteraan. Kondisi inilah yang membuat Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengaku sedih, bahkan hampir menangis ketika membicarakannya.

Hal itu disampaikan Mimik saat menerima audiensi pengurus Lazismu Sidoarjo, Kamis (5/3/2026), di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Jalan Sultan Agung No. 1 Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Orientasi Amal: Cukup Rida Allah, Bukan Validasi Manusia

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Lazismu Sidoarjo Hifni Solikhin, M.Pd., hadir bersama tim untuk memaparkan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan lembaga tersebut.

Mimik menilai, sebagai kabupaten industri dengan jumlah perusahaan yang mencapai ribuan, Sidoarjo seharusnya mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Baca Juga:  Angklung ABA 2 Candi Buka Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo, Curi Perhatian Peserta

“Kalau saya bicara soal ini, kadang saya ingin menangis. Sidoarjo ini kabupaten industri, jumlah perusahaannya ribuan, tapi faktanya masih banyak masyarakat di sekitarnya yang belum merasakan dampaknya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan itu, Mimik juga mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan Lazismu. Ia menilai lembaga zakat memiliki peran strategis dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kalau Lazismu bergerak optimal, saya kira banyak persoalan sosial bisa ikut terselesaikan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa konsep zakat pada dasarnya adalah mengalirkan kembali sebagian rezeki dari masyarakat yang mampu kepada masyarakat yang membutuhkan. Jika dikelola secara baik dan profesional, dana zakat dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Anggaran dari masyarakat yang mampu dikembalikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Itu esensi kegiatan sosial seperti ini,” jelasnya.

Tim Lazismu Sidoarjo bersama Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Indayana (tengah) saat audensi, Kamis, 5 Maret 2026 (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Dalam audiensi tersebut, Lazismu juga memaparkan sejumlah program yang rutin dijalankan setiap tahun. Program-program tersebut mencakup enam pilar utama, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-dakwah, keluarga, dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Ketua Lazismu Jatim Tekankan UMKM Harus Berkelanjutan

Di bidang pendidikan, misalnya, Lazismu memiliki program Beasiswa Mentari bagi pelajar dan Beasiswa Sang Surya untuk mahasiswa. Selain itu terdapat pula program Save Our School yang memberikan dukungan bagi sekolah yang membutuhkan bantuan fasilitas.

Program ini mendapat perhatian dari Wakil Bupati. Menurut Mimik, dukungan terhadap lembaga pendidikan sangat penting karena masih ada sekolah yang membutuhkan bantuan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi para siswanya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan berbagai program sosial yang lebih luas dan tepat sasaran.

Mimik berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi besar Sidoarjo sebagai kawasan industri, sehingga pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga di sekitarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni