Feature

Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pelajari Proses Ekspor dan Aktivitas Pelabuhan

89
×

Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pelajari Proses Ekspor dan Aktivitas Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya menyusuri Terminal Peti Kemas Pelindo Surabaya dalam kegiatan outdoor learning, Kamis (16/4/2026). (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kegiatan outdoor learning membawa siswa kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya memahami rantai perdagangan internasional, mulai dari pengemasan barang ekspor hingga aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Tagar.co – Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dibuktikan oleh siswa kelas III Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya melalui kegiatan outdoor learning yang mengajak mereka menjelajahi dunia ekspor, aktivitas pelabuhan, hingga sejarah maritim Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Ramadan Semarak di Sekolah Kreatif Baratajaya, Lomba AIK hingga Tahfiz Disambut Meriah

Sejak pagi, suasana berbeda tampak di halaman sekolah. Setelah bel berbunyi, para siswa tidak menuju ruang kelas, melainkan berbaris rapi untuk memulai perjalanan edukatif. Tepat pukul 08.45 WIB, rombongan berangkat menggunakan dua bus milik Angkatan Laut menuju tujuan pertama, yakni gudang pengemasan PT Andalan Pasifik Samudra di kawasan Kalianak, Surabaya utara.

Di lokasi tersebut, siswa disambut oleh staf perusahaan, Rizal, yang menjelaskan berbagai jenis barang yang dikemas untuk kebutuhan ekspor.

Baca Juga:  Berhenti Sejenak di Mabit Sekolah Kreatif Baratajaya: Menata Niat, Menguatkan Loyalitas

Produk yang dikirim mencakup makanan ringan seperti biskuit dan snack ke Afrika, furnitur ke Amsterdam, Belanda, serta aksesori berbahan kulit kerang ke Tiongkok. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata mengenai proses perdagangan internasional yang sebelumnya hanya mereka pelajari secara teoretis.

Selain pemaparan materi, siswa juga menyaksikan demonstrasi penggunaan forklift untuk memindahkan barang ke dalam kontainer. Antusiasme terlihat saat sesi tanya jawab, di mana siswa aktif menanyakan durasi pengiriman, kapasitas kontainer, hingga cara menjaga kualitas barang selama proses ekspor.

Siswa kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya mengikuti kegiatan outdoor learning di gudang pengemasan milik PT Andalan Pasifik Samudra, Surabaya, Kamis (16/4/2026). (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Perjalanan edukatif kemudian berlanjut ke Terminal Peti Kemas Surabaya di Pelabuhan Tanjung Perak. Di sana, rombongan disambut oleh Santi Dwi Novita dari PT Pelindo Terminal Petikemas.

Siswa diajak berkeliling area terminal untuk mengamati secara langsung aktivitas bongkar muat serta mengenal berbagai alat berat, seperti Rubber Tyred Gantry (RTG) dan container crane (CC). Mereka juga diperkenalkan dengan kapal tunda yang berfungsi membantu pergerakan kapal besar saat bersandar.

Karena area terminal merupakan zona terbatas, siswa tetap berada di dalam kendaraan tanpa perlengkapan keselamatan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme mereka dalam menyaksikan dinamika operasional pelabuhan.

Baca Juga:  Pendampingan Umsura Bikin Anak-Anak Rumah Singgah Al-Furqon Belajar dengan Gembira

Guru pendamping, Lilik Wahyuningsih, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang selaras dengan materi yang sedang dipelajari siswa.
Outdoor learning ini adalah bentuk kontekstualisasi pembelajaran.

Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik di lapangan. Setelah ini, kami juga mengunjungi museum untuk memperkuat pemahaman tentang kekuatan maritim Indonesia,” ujarnya.

Suasana kegiatan outdoor learning siswa kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya di Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe, kawasan Ujung, Surabaya, Kamis (16/4/2026). (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe di kawasan Ujung, Surabaya. Setibanya sekitar pukul 11.30 WIB, siswa melaksanakan salat Zuhur berjemaah dan makan siang bersama sebelum menjelajahi museum pada pukul 13.00 WIB.

Dengan didampingi pemandu, mereka mempelajari berbagai koleksi sejarah Angkatan Laut Indonesia serta perkembangan kekuatan maritim nasional.

Salah satu siswa, Erland Putra Ramdiwal, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut. “Outdoor learning kali ini sangat seru. Saya bisa melihat langsung banyaknya peti kemas di pelabuhan dan juga belajar di museum,” tuturnya dengan wajah ceria.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Sekolah Kreatif Baratajaya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan mudah dipahami. Pendekatan tersebut juga selaras dengan gagasan Heru Tjahyono, penggagas Sekolah Kreatif Indonesia, yang menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. (#)

Baca Juga:  Belajar Matematika lewat Ketupat: Ramadan di Sekolah Kreatif Baratajaya

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni