Feature

Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

167
×

Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

Sebarkan artikel ini
Pembina Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur Estiningtiyas Nugraheni menyambut rombongan dari Sekolah Kreatif Baratajaya dalam acara Takjil on the Spot (TOS) di YKI Mulyorejo, Rabu (11/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Melalui program Takjil on the Spot, siswa Sekolah Kreatif Baratajaya menghadirkan takjil, edukasi kesehatan, dan hiburan yang menghangatkan hati para pasien di Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur.

Tagar.co – Suasana sore di kawasan Mulyorejo, Surabaya, terasa lebih hidup ketika rombongan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya tiba di halaman Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Jawa Timur, Rabu (11/3/2026).

Tepat pukul 16.00 WIB, puluhan siswa, guru, dan wali murid turun dari kendaraan dengan wajah ceria sambil membawa paket takjil yang telah mereka siapkan.

Baca juga: Buka Puasa Keliling Sekolah Kreatif Baratajaya, Ramadan Jadi Ruang Belajar Karakter

Kedatangan rombongan ini merupakan bagian dari program yang digagas sekolah selama Ramadan. Namun, kunjungan kali ini tidak sekadar membagikan makanan berbuka. Para siswa juga menghadirkan edukasi kesehatan dan hiburan bagi para pasien yang tinggal di rumah singgah YKI.

Rombongan disambut hangat oleh pengelola yayasan. Acara pembukaan berlangsung sederhana, tetapi meriah. Mega Desi Ambarwati, S.Pd., yang bertugas sebagai pembawa acara, membuka kegiatan dengan pantun bertema kesehatan yang langsung mengundang senyum hadirin.

“Ayo bergaya hidup sehat agar tubuh selalu kuat,” ujarnya, disambut tepuk tangan para peserta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Suyono, S.Si., Wakil Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya yang hadir mewakili kepala sekolah. Ia menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kanker Indonesia yang telah menerima rombongan dengan hangat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Yayasan Kanker Indonesia yang telah menerima kami beserta rombongan. Di sini hadir siswa, guru, dan wali murid. Semoga silaturahmi ini semakin erat dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Kematian Anak SD di NTT, Alarm Keras bagi Arah Kebijakan Negara

Suyono juga mengajak para peserta untuk menyimak materi kesehatan yang akan disampaikan oleh pihak YKI. Menurutnya, pengetahuan tentang pola hidup sehat penting ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Kebersamaan siswa, guru, dan walimurid Sekolah Kreatif Baratajaya bersama pasien kanker di YKI Cabang Koordinator Jawa Timur di Mulyorejo dalam acara Takjil on the Spot (TOS), Rabu (11/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Sementara itu, Estiningtiyas Nugraheni, S.KM., MARS., Pembina Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur, menyambut kedatangan rombongan sekolah dengan penuh antusias.

“Terima kasih kepada keluarga besar Sekolah Kreatif Baratajaya yang telah memilih kami sebagai mitra untuk berbagi. Kehadiran anak-anak di sini tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi para pasien,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Esti—sapaan akrabnya—menyampaikan materi edukatif bertajuk “Ayo Bergaya Hidup Sehat.” Materi disampaikan secara interaktif, mulai dari pentingnya pola tidur yang baik, pola makan sehat, kebiasaan berolahraga, hingga menjaga kebersihan diri.

Menurutnya, kesehatan bukan sekadar kondisi tubuh yang tidak sakit, tetapi juga keadaan fisik yang bugar dan seimbang.

“Sehat dan bugar itu sama pentingnya. Karena itu kita harus menjaga kesehatan secara holistik,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan berbagai risiko penyakit yang dapat muncul akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, begadang, serta pola hidup yang tidak seimbang.

“Hidup tidak sehat seperti merokok, begadang, dan kebiasaan lain yang tidak baik bisa berdampak fatal bagi tubuh kita,” tegasnya.

Baca Juga:  Di Rumah Kontrakan, RSAF Medokan Semampir Tetap Menumbuhkan Harapan Anak Duafa dan Disabilitas

Selain itu, Esti mengimbau pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menghindari paparan asap rokok, serta menggunakan masker ketika berkendara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

“Kalau merasa lelah, istirahatlah. Jangan memaksakan diri. Karena kalau kita sakit, yang rugi adalah diri kita sendiri,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan pendidikan yang diterapkan oleh Sekolah Kreatif Baratajaya yang dinilai mampu mendorong anak-anak menjalani gaya hidup aktif.

Berbagai aktivitas seperti pembelajaran luar kelas, kegiatan outbound, hingga pembelajaran kontekstual dianggap efektif membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Suasana semakin menarik ketika para siswa diberi kesempatan bertanya. Kania Prajnazanitha Harindra, siswi kelas VI, mengajukan pertanyaan yang cukup mendalam.

“Bagaimana cara menghadapi ujian ketika seseorang divonis sakit, misalnya kanker?” tanyanya.

Sementara itu, Razqa Putra Rheandra, siswa kelas IV, bertanya dengan polos namun penuh rasa ingin tahu.

“Kalau kita sudah hidup sehat, apakah masih ada risiko terkena penyakit?” ujarnya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab lugas oleh Esti. Ia menjelaskan bahwa gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko penyakit, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan kemungkinan seseorang sakit.

Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari komunitas wali murid Sekolah Kreatif Baratajaya. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Komite Sekolah, Anda Marzudinta, kepada pihak Yayasan Kanker Indonesia.

Eko Wahyudi guru Sekolah Kreatif Baratajaya bersama tobi mendongeng di depan pasien Kanker di YKI Cabang Koordinator Jawa Timur di Mulyorejo dalam acara Takjil on the Spot (TOS), Rabu (11/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Suasana kemudian berubah lebih santai ketika Ustaz Anwar mengajak tiga siswa—Kania Prajnazanitha Harindra, Nabila Kamiliya Ulfa, dan Myekaela Syakira Az Zahrah—bernyanyi bersama para pasien. Lagu-lagu ceria yang dinyanyikan bersama menghadirkan senyum di wajah para penghuni rumah singgah.

Baca Juga:  Ngabuburit Sekolah Kreatif Baratajaya, Teguhkan Peran Guru Membangun Peradaban

Kemeriahan semakin terasa saat Ustaz Eko Wahyudi, S.Pd., salah satu guru sekolah, tampil dengan boneka tangan kesayangannya bernama Tobi. Boneka tersebut berinteraksi dengan para siswa dan pasien, menyampaikan pesan-pesan Ramadan dengan gaya lucu yang mengundang tawa.

Bagi para pasien yang tengah menjalani proses pengobatan, momen tersebut menjadi hiburan yang menyegarkan di tengah rutinitas perawatan medis.

Koordinator staf YKI, Khairun Sani, S.Psi., mengaku sangat senang dengan kunjungan tersebut. Menurutnya, rumah singgah YKI menjadi tempat beristirahat bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Pasien di sini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan banyak juga dari Indonesia bagian timur. Mereka tinggal sementara di rumah singgah ini selama menjalani pengobatan di RS Dr. Soetomo,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena mampu memberikan semangat bagi para pasien.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta berkumpul di ruang utama rumah singgah. Paket takjil yang dibawa rombongan sekolah kemudian dibagikan kepada para pasien dan keluarga mereka.

Suasana kebersamaan terasa hangat ketika siswa, guru, wali murid, serta para penghuni rumah singgah duduk berdampingan menikmati hidangan berbuka. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat magrib berjemaah. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni