Feature

Qiraah Massal Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

104
×

Qiraah Massal Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

Sebarkan artikel ini
Suasana peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya, Jum’at (6/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Ratusan siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an secara serempak dalam peringatan Nuzululquran bertajuk Symphony of the Qur’an, memadukan qiraah, seni musik tradisional, dan semangat Ramadan.

Tagar.co — Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menggema dari halaman hingga selasar lantai dua SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada Jumat pagi (6/3/2026). Para siswa mengenakan busana muslim serba putih, duduk berbaris rapi mengikuti peringatan Nuzululquran yang dikemas dalam acara bertajuk “Symphony of the Qur’an.”

Sejak pukul 08.30 WIB, suasana sekolah yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya itu dipenuhi nuansa religius sekaligus artistik. Kegiatan dibuka oleh guru Andi Widianto, S.Pd., lalu dipandu oleh Noura Malia, siswa kelas V Banu Musa, yang tampil percaya diri sebagai pembawa acara.

Baca juga: Ramadan Semarak di Sekolah Kreatif Baratajaya, Lomba AIK hingga Tahfiz Disambut Meriah

Dengan suara lantang dan penuh semangat, Noura menyapa para peserta sekaligus mengarahkan jalannya kegiatan. Suasana pagi pun terasa hangat dan penuh antusiasme.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., dalam sambutannya mengajak para siswa memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat kedekatan spiritual sekaligus membangun kebiasaan baik sejak dini.

Baca Juga:  Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

“Bulan yang suci ini harus kita manfaatkan dengan baik. Selain mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan sekolah, anak-anak juga harus menyempatkan waktu untuk tadarus Al-Qur’an setiap hari,” ujarnya di hadapan para siswa.

Seruan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang sejak pagi telah berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut.

Penampilan angklung dan kolintang dalam peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya, Jum’at (6/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Harmoni Musik Tradisional

Suasana semakin hidup ketika sekelompok siswa tampil memainkan alat musik tradisional angklung dan kolintang. Mereka membawakan sejumlah lagu daerah yang akrab di telinga masyarakat.

Lagu-lagu seperti Semanggi Surabaya, Rek Ayo Rek, Surabaya oh Surabaya, Lenggang Surabaya, Tanjung Perak, hingga Angin Mamiri dimainkan dengan aransemen yang dinamis dan harmonis.

Kekompakan para pemain, ketepatan nada, serta ekspresi ceria para siswa menghadirkan nuansa musikal yang memikat. Pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran budaya bagi para siswa.

Qiraah Massal Menggema

Puncak kegiatan Symphony of the Qur’an adalah qiraah massal yang diikuti seluruh siswa kelas I hingga kelas VI. Kegiatan ini dipandu oleh guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Mujib, S.Ag.

Baca Juga:  Silatnas VI Sekolah Kreatif Indonesia: Meneguhkan Karakter dan Arah Baru Pendidikan

Sebelum qiraah dimulai, Mujib menjelaskan teknis pelaksanaan sekaligus memperkenalkan penggunaan nada Rost dalam membaca Al-Qur’an. Penjelasan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi para siswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan indah.

Setiap jenjang kelas kemudian melantunkan surah pilihan secara bergiliran. Kelas I membaca Surah Al-Ma’un, kelas II Surah Al-Qari’ah, kelas III Surah Al-‘Alaq, kelas IV Surah Asy-Syams, kelas V Surah Al-A’la, sedangkan kelas VI membaca Surah Al-Buruj dan Surah Al-Qadr.

Lantunan ayat-ayat suci itu menggema dari halaman hingga lorong sekolah. Bacaan yang dilantunkan secara serempak menghadirkan suasana religius yang khidmat. Para guru dan siswa larut dalam kekhusyukan, merasakan kedekatan spiritual dengan kitab suci.

Bagi banyak siswa, momen tersebut menjadi pengalaman berkesan. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga merasakan kebersamaan dan keindahan lantunan ayat suci yang dilantunkan secara harmonis.

Suasana peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya, Jum’at (6/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Apresiasi Semarak Ramadan

Menjelang akhir acara, tibalah saat yang paling dinanti para siswa: pengumuman pemenang Lomba Semarak Bulan Suci Ramadan yang telah diselenggarakan sehari sebelumnya, Kamis (5/3/2026).

Satu per satu nama pemenang dipanggil oleh pembawa acara untuk naik ke panggung. Wajah ceria dan penuh kebanggaan tampak ketika mereka menerima penghargaan dari Wakil Kepala Sekolah Suyono, S.Si., berupa sertifikat, trofi, dan merchandise.

Baca Juga:  Wajah Baru Premanisme yang Berlindung di Balik Regulasi Perparkiran

Para juara berasal dari berbagai jenjang kelas. Mereka berkompetisi dalam sejumlah lomba, seperti cerdas cermat, azan, tahfiz, dan dai cilik. Sorak sorai teman-teman yang menyaksikan semakin menambah semarak suasana penghargaan tersebut.

Di akhir acara, suasana sekolah terasa hangat dan penuh kebersamaan. Lantunan ayat-ayat suci yang masih terngiang di telinga seolah menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dicintai, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menanamkan Cinta Al-Qur’an sejak Dini

Elly Rhodlifah menyampaikan, melalui kegiatan Symphony of the Qur’an, SD Muhammadiyah 16 Surabaya berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Menurutnya, perpaduan seni musik, lantunan ayat suci, serta penghargaan atas prestasi siswa menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.

“Bagi keluarga besar Sekolah Kreatif Baratajaya, Symphony of the Qur’an menjadi harmoni indah antara iman, ilmu, dan kreativitas—sebuah pengalaman spiritual yang akan selalu dikenang,” ujarnya.

Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni