Feature

Saat UKS Ceria Menjadi Pahlawan Sunyi di Pertandingan Futsal

24
×

Saat UKS Ceria Menjadi Pahlawan Sunyi di Pertandingan Futsal

Sebarkan artikel ini
Rafa sedang ditangani tim UKS Ceria (Tagar.co/Maria Hanim)

Mereka tak memegang bola, tak mencetak gol, tapi di detik genting, UKS Ceria-lah yang menjadi pahlawan lapangan.

Tagar.co – Di setiap pertandingan, sorak-sorai penonton biasanya menjadi pusat perhatian. Namun, di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, Gresik, Jawa Timur, ada satu tim yang berdiri di sisi lapangan tanpa banyak bicara—UKS Ceria. Mereka bukan pemain, bukan wasit, tetapi ketika situasi darurat datang, semua mata langsung tertuju pada mereka.

Rabu (13/8/2025) siang, pertandingan futsal antarkelas tengah berlangsung panas. Lapangan dipenuhi semangat kemerdekaan; teriakan dukungan bergema, keringat bercucuran, dan bola terus bergulir cepat.

Baca jugaLastri Tak Lagi Diam: Kisah Perempuan Benjeng Melawan Banjir

Tiba-tiba, seorang pemain bernama M. Rafa Eralsyah Putra terjatuh. Tangannya memegang kaki, wajahnya meringis menahan sakit. Seolah waktu di lapangan berhenti.

Tanpa menunggu aba-aba, tim UKS Ceria langsung bergerak. Tandu diangkat, perlengkapan P3K digenggam, langkah-langkah cepat membelah kerumunan penonton.

Setibanya di sisi Rafa, mereka berbicara dengan suara tenang, memeriksa kondisinya, lalu mengangkatnya dengan hati-hati. Semua dilakukan tanpa panik, tanpa gaduh—hanya gerakan terlatih yang berpadu dengan empati.

Baca Juga:  Wakaf 12 Hektare Jadi Fokus Syawalan Muhammadiyah Benjeng

Kotak P3K berwarna hijau segera dibuka, botol obat antiseptik siap di tangan, dan perban sudah menunggu untuk digunakan. Dengan gerakan cepat namun lembut, mereka membersihkan luka, mengoleskan cairan antiseptik, dan memastikan setiap langkah aman bagi sang pasien cilik.

Mega Setialistiana, guru pembina UKS, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Anak-anak ini sudah paham, menjadi penolong berarti menggabungkan keterampilan dengan hati yang peduli,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi penonton, momen itu menjadi pelajaran senyap: di tengah panasnya kompetisi, ada nilai solidaritas yang jauh lebih besar. Bagi Rafa, itu adalah bukti bahwa ia tidak sendirian di lapangan.

Hari itu, UKS Ceria kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar unit kesehatan sekolah. Mereka adalah penjaga senyap yang selalu siap berlari—demi memastikan setiap teman pulang dengan senyum, bukan dengan luka. (#)

Jurnalis Maria Hanim Penyunting Mohammad Nurfatoni