Feature

Silaturahmi Bukan Seremoni, Prof. Khozín: Ini Pilar Ketakwaan

272
×

Silaturahmi Bukan Seremoni, Prof. Khozín: Ini Pilar Ketakwaan

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Khozín menyampaikan tausiyah pada kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal Muhammadiyah se-Kecamatan Benjeng di Aula SMK Muhammadiyah 2 Benjeng, Sabtu (4/4/2026). (Tagar.co/Maria Hanim)

Dalam Syawalan Muhammadiyah Benjeng, Prof. Khozín menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi ketakwaan sekaligus mendorong budaya organisasi yang bersih, harmonis, dan progresif.

Tagar.co — Prof. Dr. Khozín menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai nilai yang sejajar dengan ketakwaan dalam kegiatan Syawalan dan Halalbihalal Muhammadiyah se-Kecamatan Benjeng, Sabtu (4/4/2026).

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benjeng bersama Majelis Dikdasmen dan PNF. Hadir pula sejumlah tokoh daerah, di antaranya Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun dan Bendahara Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik Suwarno, serta para guru dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Benjeng.

Baca juga: Lazismu Benjeng Bantu Pemulihan Masjid Al-Furqon dan Dukung Dakwah PPEM

Dalam tausiahnya, Prof. Khozín menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan nilai fundamental dalam Islam. Mengutip makna Surah An-Nisa1, ia menegaskan bahwa menjaga hubungan antarmanusia memiliki kedudukan yang sejajar dengan ketakwaan.

“Silaturahmi adalah perintah yang paralel dengan bertakwa, maka harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  Lazismu Benjeng Bantu Pemulihan Masjid Al-Furqon dan Dukung Dakwah PPEM

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah harus mencerminkan karakter “bersih dan berkemajuan”. Kebersihan, menurutnya, tidak hanya tampak secara fisik, tetapi juga harus terwujud dalam hati, pikiran, dan budaya kerja seluruh warga sekolah.

Prof. Dr. Khozín (tengah) berfoto bersama pimpinan dan tokoh Muhammadiyah usai menghadiri kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal Muhammadiyah se-Kecamatan Benjeng di Aula SMK Muhammadiyah 2 Benjeng, Sabtu (4/4/2026). (Tagar.co/Maria Hanim)

Pesan strategis lainnya disampaikan melalui prinsip “3K” yang ia kutip dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yaitu: jangan konflik, jangan korupsi, dan jangan kolot. Prinsip ini dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga harmoni sekaligus mendorong kemajuan organisasi.

Tak hanya menyampaikan gagasan, Prof. Khozín juga memberikan motivasi konkret bagi Muhammadiyah Cabang Benjeng. Ia mendorong optimalisasi potensi yang ada, termasuk pemanfaatan aset lahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan—bahkan hingga bentuk penghargaan seperti program umroh.

Tausiah tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi suntikan semangat baru bagi warga Muhammadiyah Benjeng untuk terus bergerak maju dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, integritas, dan pembaruan.

Jurnalis Maria Hanim Penyunting Mohammad Nurfatoni