Tagar.co — Suasana penuh semangat tampak dalam kegiatan Pondok Ramadan di MI Muhammadiyah 2 (MI Mutwo) Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur.
Program pembinaan keagamaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026), dengan melibatkan siswa kelas 4 hingga kelas 6.
Baca juga: Dari Madrasah, Nurkhan Menulis Manusia: Resensi Buku-Buku Bekas Abdul Mu’ti
Dalam program Pondok Ramadan tahun ini, para siswa dijadwalkan bermukim di madrasah selama tiga hari. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar madrasah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun semangat belajar siswa di bulan suci Ramadan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia Pondok Ramadan, Mohammad Ali Fatoni. Setelah pembukaan, Muhafiq, S.Ag., wali kelas 6, hadir memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam penyampaiannya, Muhafiq menekankan pentingnya niat yang kuat dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kesuksesan dalam belajar sangat ditentukan oleh kesungguhan hati dan ketekunan dalam berusaha.
“Jika ingin mendapatkan ilmu, maka harus dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh. Tanpa niat yang kuat, belajar akan terasa berat dan mudah menyerah,” pesannya di hadapan para siswa.
Untuk memperkuat motivasi peserta, Muhafiq juga mengisahkan perjalanan ulama besar Ibnu Hajar Al-Asqalani. Ia menjelaskan bahwa pada masa kecilnya, Ibnu Hajar pernah mengalami kesulitan dalam belajar hingga hampir putus asa. Namun suatu hari ia melihat air yang terus menetes di atas batu hingga meninggalkan bekas.
Peristiwa itu memberinya pelajaran bahwa sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus dengan kesungguhan akan membuahkan hasil.
Kisah tersebut membuat para siswa terlihat antusias dan semakin termotivasi mengikuti kegiatan Pondok Ramadan. Melalui program ini, madrasah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu agama, tetapi juga memiliki semangat yang lebih kuat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita. (#)
Jurnalis Nurkhan | Penyunting Mohammad Nurfatoni