Feature

Kurban dari Tanah Rantau: PCIM Malaysia Tebar 1.750 Paket untuk WNI dan Rohingya

47
×

Kurban dari Tanah Rantau: PCIM Malaysia Tebar 1.750 Paket untuk WNI dan Rohingya

Sebarkan artikel ini
Bukan sekadar penyembelihan, acara kurban PCIM Malaysia tahun ini menjadi ajang silaturahmi, ibadah kolektif, dan solidaritas kemanusiaan. 1.750 paket daging dibagikan hingga ke pengungsi Rohingya.
Ahmad Baihaqie (tengah) bersama paniti akurban PCIM Malaysia (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Bukan sekadar penyembelihan, acara kurban PCIM Malaysia tahun ini menjadi ajang silaturahmi, ibadah kolektif, dan solidaritas kemanusiaan. 1.750 paket daging dibagikan hingga ke pengungsi Rohingya.

Tagar.co — Batu Caves, Malaysia. Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kandang peternakan Berkat Farm, Taman Bukit Permata, Batu Caves, Selangor, Sabtu (7/6/2025).

Di tempat itulah, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA), PCLN Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Lazismu Malaysia menggelar penyembelihan hewan kurban.

Baca juga: Kehadiran Pejabat Selangor Warnai Kurban PCIM Malaysia, Puji Kemandirian Muhammadiyah

Acara ini secara resmi dibuka oleh Ustaz Dr. Ahmad Baihaqie, Minister Counselor Konsuler KBRI Kuala Lumpur, yang hadir mewakili Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Baihaqie menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Duta Besar. Namun, untuk menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh, Dato’ Hermono mengutus beberapa pejabat tinggi KBRI, yaitu Brigjen Pol. Tofik Ismail (Atase Riset), Octavin Dewi Zulaicha (Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler), Aziza Rahmaniar Salam (Atase Perdagangan), dan dirinya sendiri.

Baca Juga:  Reuni Akbar PCIM–PCIA Malaysia: Merawat Ikatan yang Tak Pernah Putus

“Beliau menganggap acara rutin kurban PCIM Malaysia ini sangat penting. Karena itu, kami semua hadir untuk mewakili beliau,” ujar Ahmad Baihaqie.

Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan warga Indonesia di Malaysia yang telah menjadikan kurban sebagai ajang silaturahmi dan berbagi.

“Acara ini penuh keberkahan. Hanya karena iman, ikhlas, dan takwa, Bapak dan Ibu semua hadir dengan senyum dan semangat. Tanpa itu, tidak mungkin acara ini bisa semeriah ini,” tuturnya.

Dr. Ahmad Baihaqie juga menyampaikan rasa syukur atas keberadaan PCIM Malaysia yang menjadi wadah penyaluran kebaikan para dermawan.

“Banyak orang mukhsinin yang punya harta, tapi tak tahu ke mana harus menyalurkannya. Dengan adanya PCIM, semua bisa terorganisasi dan tersalurkan dengan tepat,” ungkapnya.

Mahasiswa Indonesia di Malaysia (IMM) membaur ikut membantu panitia membungkus daging kurban. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Distribusi 1.750 Paket Daging, Kurban Jadi Wujud Ukhuwah

Wakil Ketua Panitia Kurban PCIM Malaysia, Ikhwan Fauzi Nasution, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tamu kehormatan dan para sahibul kurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia.

“Alhamdulillah, tahun ini kami menyembelih 11 ekor sapi dan 17 ekor kambing dari 82 orang sahibul kurban. Meski sedikit menurun dari tahun lalu, semangat panitia luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Silaturahmi Diaspora Wotan di Malaysia, Kepala Desa Hadir Perkuat Ikatan Warga

Ia juga menyampaikan bahwa banyak pihak terlibat secara sukarela dan penuh dedikasi.

“Ada ibu-ibu yang bekerja hingga pukul 01.00 dini hari demi menyukseskan acara ini. Kami sangat berterima kasih,” imbuhnya.

Sebanyak 1.750 paket daging kurban berhasil didistribusikan kepada berbagai pihak, mulai dari warga Indonesia yang tergabung dalam PCIM, mahasiswa IMM, warga lokal Malaysia, hingga pengungsi Rohingya.

Ketua Koordinator Jagalmu PCM Malaysia, Zulfan Haedar, bahkan turut menghantarkan langsung paket daging ke warga Rohingya.

“Hari raya kurban adalah hari kegembiraan. Bisa berbagi dengan warga Rohingya adalah bentuk kebahagiaan yang kami rasakan bersama,” ungkapnya.

Acara ini menjadi bukti bahwa kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas lintas komunitas, bangsa, bahkan agama—dari tanah rantau untuk sesama umat manusia. (#)

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni