Feature

MPI PCIM Malaysia Gelar Podcast Perdana, Kupas Jejak Organisasi hingga Arah Baru

225
×

MPI PCIM Malaysia Gelar Podcast Perdana, Kupas Jejak Organisasi hingga Arah Baru

Sebarkan artikel ini
Darsun Safuan (kiri) dan Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda menjadi narasumber dalam podcast MPI PCIM Malaysia, membahas peran Wasola dalam diplomasi kuliner Indonesia di Malaysia di Rumah Hamka Malaysia, Batu Caves, Selangor. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Menghadirkan akademisi dan praktisi, podcast ini menyoroti perjalanan PCIM–PCIA, kiprah sanggar bimbingan, hingga tantangan dakwah di era digital.

Tagar.co — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia sukses menggelar rangkaian podcast spesial selama dua hari, Sabtu–Ahad, 14–15 Maret 2026, di Rumah Hamka Malaysia. Program ini menghadirkan diskusi mendalam yang merentang dari jejak sejarah organisasi hingga arah masa depan, sekaligus menyoroti peran komunitas Indonesia di Malaysia.

Baca juga: Pelatihan Video Editing MPI PCIM Malaysia Disambut Antusias Peserta

Dipandu oleh Mega Ardina, M.Sc., podcast ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang. Pada hari pertama, diskusi dibuka pukul 16.00 dengan tema “Peran Wasola dalam Diplomasi Kuliner Indonesia di Malaysia” bersama Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda dan Darsun Safuan.

Percakapan mengulas bagaimana kuliner menjadi medium strategis dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia di kancah internasional.

Host Mega Ardina, M.Sc. (kiri) memandu diskusi bersama Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda dan Nita Nasyithah, M.Ed. dalam podcast MPI PCIM Malaysia bertema “Sejarah PCIM–PCIA” di Rumah Hamka Malaysia, Batu Caves, Selangor. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Sesi kemudian berlanjut dengan tema “Sejarah PCIM–PCIA” yang menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda dan Nita Nasyithah, M.Ed. Diskusi ini mengupas dinamika perjalanan organisasi, mulai dari fase perintisan hingga penguatan peran dakwah di lingkungan diaspora Indonesia.

Baca Juga:  Dari Sekolah ke Peradaban: Empat Fungsi Pendidikan Muhammadiyah

Memasuki hari kedua, fokus pembahasan bergeser ke bidang pendidikan sosial melalui tema “Sejarah Sanggar Bimbingan”. Rosuli Aqil (SB Kepong) dan Nuriyatun Nafi’ah (SB Kampung Pandan) berbagi pengalaman lapangan dalam mendampingi anak-anak Indonesia di Malaysia.

Keduanya menuturkan tantangan sekaligus harapan dalam menjaga akses pendidikan bagi komunitas migran, dengan sesi dimulai pukul 16.00.

Host Mega Ardina, M.Sc. (kanan) memandu diskusi bertema “Sejarah Sanggar Bimbingan” bersama Rosuli Aqil (SB Kepong) dan Nuriyatun Nafi’ah (SB Kampung Pandan), yang berbagi pengalaman mendampingi anak-anak Indonesia di Malaysia di Rumah Hamka Malaysia, Batu Caves, Selangor. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Rangkaian acara ditutup dengan diskusi visioner bertajuk “PCIM–PCIA Menyambut Masa Depan” yang menghadirkan Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fathkur, dan Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani. Dialog ini menegaskan pentingnya adaptasi, inovasi, dan penguatan peran media digital dalam menghadapi dinamika zaman. Acara berakhir pada pukul 18.00.

Penanggung jawab program, Aditya Pratama, S.S., M.HSc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada para narasumber dan seluruh tim MPI yang telah menyukseskan podcast perdana ini,” ujarnya.

Host Mega Ardina, M.Sc. (kanan) memandu dialog bertajuk “PCIM–PCIA Menyambut Masa Depan” bersama Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fathkur, dan Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani, di Rumah Hamka Malaysia, Batu Caves, Selangor. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fathkur, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan dakwah berbasis media digital.

Baca Juga:  Amar Makruf Nahi Mungkar Antikorupsi: Jalan Bersama KPK dan PP Muhammadiyah

“Ini merupakan capaian baru PCIM Malaysia dalam menyebarkan dakwah melalui podcast di media sosial. Tahniah untuk tim MPI,” ungkapnya.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi dokumentasi literasi digital yang bernilai bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Malaysia. Lebih dari itu, podcast ini juga menjadi medium baru untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperluas jangkauan dakwah melalui platform kreatif. (#)

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni