Feature

Silaturahmi Diaspora Wotan di Malaysia, Kepala Desa Hadir Perkuat Ikatan Warga

154
×

Silaturahmi Diaspora Wotan di Malaysia, Kepala Desa Hadir Perkuat Ikatan Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Wotan Khusnul Muslikhun bersama Ketua PRM Wotan Asrori hadir memberi tausiah dalam Silaturahmi Tahunan MURAW Malaysia. Pertemuan ini juga diisi dialog tentang perkembangan desa serta dukungan warga perantauan untuk pembangunan persyarikatan di kampung halaman. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Pertemuan rutin warga Muhammadiyah Ranting Wotan di Malaysia menjadi ruang temu, berbagi energi positif, dan meneguhkan komitmen bersama untuk kemajuan kampung halaman.

Tagar.co — Rindu kampung halaman dan semangat kebersamaan menyatukan puluhan warga Muhammadiyah asal Wotan, Panceng, Gresik, Jawa Timur, yang bermukim di Malaysia dalam agenda Silaturahmi Tahunan, Selasa, 17 Februari 2026.

Bertempat di Sekretariat Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah Kepong, Kuala Lumpur, kegiatan ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Desa Wotan, Khusnul Muslikhun, yang datang dari kampung halaman untuk bertemu warga perantauan.

Baca juga: Pelatihan Video Editing MPI PCIM Malaysia Disambut Antusias Peserta

Sejak pukul 08.00 pagi, sekitar 80 warga Muhammadiyah asal Wotan dari berbagai wilayah di Malaysia—mulai Johor, Ipoh Perak, Port Dickson, Selangor, hingga Kuala Lumpur—berduyun-duyun hadir.

Pertemuan tahunan ini telah menjadi tradisi sejak era 1990-an dan selalu dinantikan warga, khususnya saat libur bersama Tahun Baru Imlek, sebagai ruang silaturahmi sekaligus pengikat identitas komunitas diaspora.

Baca Juga:  PCIM–PCIA Malaysia Mantapkan Arah Gerakan, Siap Hadirkan Solusi untuk Umat

Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Membangkitkan Energi Positif”, acara yang digelar Muhammadiyah Ranting Wotan Malaysia ini menghadirkan dua tokoh dari kampung halaman, yakni Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wotan sekaligus Kepala Desa Wotan, Khusnul Muslikhun, serta Ketua PRM Wotan, Asrori.

Warga Muhammadiyah Ranting Wotan Malaysia mengikuti rangkaian Silaturahmi Tahunan dengan suasana kekeluargaan. Tradisi yang telah berlangsung sejak era 1990-an ini rutin digelar sebagai ajang memperkuat kebersamaan diaspora sekaligus menumbuhkan energi positif bagi gerakan perserikatan. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Wakil Ketua Panitia, Mohd Juri, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mungkin terselenggara tanpa dukungan bersama, seraya menyampaikan apresiasi kepada para tamu yang datang dari jauh serta memohon maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan acara.

“Sekarang semua informasi berada di ujung jari melalui grup WhatsApp dan media sosial. Tetapi semangat para pendahulu yang berjuang merekatkan warga Muhammadiyah Wotan di Malaysia adalah hal yang harus terus kita teladani,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Khusnul Muslikhun menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan. Ia mengibaratkan perbedaan seperti warna-warni pelangi yang menjadi indah ketika disatukan dengan rasa saling menghargai.

Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ketakwaan yang mampu melahirkan rasa kasih sayang serta energi positif untuk kemajuan bersama. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti dan terus berlanjut hingga generasi berikutnya.

Baca Juga:  Korban Luka Bakar di Malaysia Dipulangkan, Kisah Siti Khotijah dan Gerak Cepat Lazismu PCIM
Suasana hangat Silaturahmi Tahunan warga Muhammadiyah asal Wotan di Malaysia yang digelar di Sekretariat Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kepong, Kuala Lumpur, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu warga perantauan untuk mempererat ukhuwah sekaligus menjaga hubungan dengan kampung halaman. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Senada dengan itu, Ketua Asrori menegaskan bahwa semangat bermuhammadiyah harus dibangun dengan kelapangan dada serta saling menghormati antara pimpinan dan anggota.

“Kami sangat berterima kasih atas undangan ini. Mudah-mudahan kehadiran kami bisa memantik semangat perjuangan teman-teman di Malaysia,” tuturnya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi dialog mengenai perkembangan Desa Wotan dan pembangunan PRM Wotan. Dalam kesempatan itu, warga Muraw Malaysia juga menunjukkan dukungan konkret melalui penggalangan infak yang mencapai RM15.590 atau sekitar Rp65 juta.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembebasan tanah persyarikatan Muhammadiyah di Wotan. Silaturahmi tahunan ini pun menjadi bukti bahwa jarak lintas negara tidak menghalangi semangat kebersamaan, dakwah, dan kepedulian sosial yang terus dirawat oleh warga Muhammadiyah perantauan. (#)

Jurnalsi Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatatoni