
Dalam Halalbihalal Muhammadiyah Jatim, Muhadjir Effendy menekankan pentingnya penguatan ekonomi sebagai penopang dakwah agar tetap mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi luas bagi kesejahteraan umat.
Tagar.co — Kekuatan ekonomi dinilai menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan dakwah Muhammadiyah. Tanpa dukungan ekonomi yang mandiri dan kokoh, gerakan dakwah dinilai sulit berjalan optimal dalam jangka panjang.
Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Muhadjir Effendy, dalam acara Halalbihalal 1447 HPimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang berlangsung di Aula Mas Mansur, Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Sukadiono Ajak PDM Kerja Keras di Sisa Periode Kepemimpinan
Dalam pemaparannya, Muhadjir menekankan bahwa dakwah tidak hanya bertumpu pada aspek ideologis dan spiritual, tetapi juga membutuhkan dukungan sumber daya yang berkelanjutan—yang salah satunya bersumber dari kekuatan ekonomi.
“Kalau kita ingin dakwah Muhammadiyah berjalan optimal, maka ekonominya harus kuat. Karena dari situlah lahir kemandirian dan keberlanjutan gerakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara historis Muhammadiyah memiliki akar kuat dalam tradisi kewirausahaan. Organisasi ini sejak awal berkembang dari komunitas saudagar yang menjadikan kemandirian ekonomi sebagai bagian integral dari gerakan dakwah.
Menurut Muhadjir, semangat tersebut perlu terus dihidupkan dan diperkuat di tengah tantangan zaman. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah memperkuat ekosistem ekonomi internal Muhammadiyah, termasuk memperluas jejaring usaha dan meningkatkan transaksi antarwarga.
“Perputaran ekonomi idealnya berada dalam lingkup Muhammadiyah. Ini akan menjadi kekuatan besar jika dikelola secara serius,” tambahnya.
Ia optimistis, dengan basis ekonomi yang semakin kokoh, Muhammadiyah akan mampu mengembangkan dakwah yang berkemajuan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan umat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa arah gerakan Muhammadiyah ke depan tidak hanya fokus pada penguatan nilai dan pendidikan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi sebagai pilar utama keberlanjutan dakwah. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni












