
Digelar di Aula Nyi Walidah, Smamda Sidoarjo, kegiatan ini menjadi ajang temu kembali jemaah sekaligus meneguhkan komitmen menjaga kemabruran haji sepanjang hayat.
Tagar.co – Silaturahmi Alumni Haji Jabal Nur 2024 digelar di Aula Nyi Walidah, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Ahad (12/4/2026), sebagai upaya memperkuat ukhuah dan menjaga kemabruran haji.
Kegiatan ini menjadi ajang temu kembali para alumni jemaah sekaligus momentum meneguhkan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari.
KBIHU Jabal Nur merupakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo. Lembaga ini berperan dalam membimbing calon jamaah, mulai dari manasik hingga pelaksanaan ibadah haji dan umrah, dengan menekankan kemandirian serta kelancaran ibadah jamaah.
Acara silaturahmi diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Taufik Churahman, pembimbing haji tahun 2024. Ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki nilai spiritual yang besar.
Menjaga hubungan baik antarjemaah menjadi bagian dari ikhtiar meraih keberkahan, termasuk dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur.
Ia juga menguraikan tiga indikator utama kemabruran haji. Pertama, meningkatnya kualitas dan konsistensi ibadah. Kedua, tumbuhnya kepedulian sosial serta kemampuan menjaga hubungan harmonis dengan sesama. Ketiga, tercermin dalam perilaku sehari-hari melalui nilai-nilai blenteran, entengan, dan loman—yakni gemar menyapa, ringan membantu, serta suka berbagi.

Ketua Alumni Jamaah Jabal Nur 2024, Muhammad Kohar, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni. Ia berharap kegiatan silaturahmi ini dapat terus berlangsung secara rutin sebagai wadah mempererat ukhuah.
“Ke depan, pertemuan tidak hanya digelar di dalam kota, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar kota sekaligus menjadi ajang rekreasi bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lazismu Sidoarjo turut mempresentasikan program qurban RendangMu, sebuah inovasi pengolahan daging kurban dalam bentuk rendang kemasan yang praktis dan higienis sehingga dapat menjangkau penerima manfaat lebih luas.
Menutup rangkaian acara, para jemaah saling bersalaman dan bermaafan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa dengan saling memaafkan, Allah SWT akan menghadirkan kemudahan bagi hamba-Nya.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi penguat ukhuwah sekaligus pengingat bersama bahwa kemabruran haji harus dijaga sepanjang hayat, tidak berhenti saat kembali ke tanah air. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni












