Feature

Momen Liputan Halalbihalal: Dari Naik Tangga Lima Lantai hingga Satu Lift dengan Din Syamsuddin

200
×

Momen Liputan Halalbihalal: Dari Naik Tangga Lima Lantai hingga Satu Lift dengan Din Syamsuddin

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Ketua Panitia Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo Naimul Hajar. Dari kiri Darul Setiawan, Mirza Putera, Yekti Pitoyo, Mahyuddin, dan Naimul Hajar. (Tagar.co/Istimewa)

Momen tak terduga liputan Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo, dari tangga darurat hingga satu lift bersama Din Syamsuddin.

Tagar.co – Sebagai jurnalis yang baru pertama kali diajak bergabung dalam tim liputan acara besar, perasaan saya campur aduk—antara bangga, gugup, sekaligus tidak menyangka akan mendapatkan pengalaman seistimewa ini. Kesempatan ini bukan sekadar tugas biasa, melainkan pintu awal untuk melihat lebih dekat bagaimana dinamika kerja di tengah kehadiran tokoh-tokoh penting.

Semua bermula ketika editor Tagar.co, Darul Setiawan, menghubungi saya untuk bergabung dalam tim liputan acara Halalbihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatan tersebut digelar di Aula KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ahad (5/4/2026).

Ajakan itu terasa seperti kepercayaan besar sekaligus tantangan baru dalam perjalanan saya sebagai jurnalis.

Din Syamsuddin ketika meninggalkan Auditorium KH. Ahmad Dahlan Kampus I Umsida (Tagar.co/Istimewa)

Naik Tangga Lima Lantai

Saat tiba di lokasi, sebuah insiden kecil langsung memberi warna pada pengalaman hari itu. Ketika rombongan hendak menuju aula menggunakan lift, tiba-tiba listrik padam.

Rombongan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo memilih naik tangga, dan saya mengikutinya naik tangga hingga lantai lima menuju aula acara.

Baca Juga:  Lazismu Sidoarjo Perkuat Gerakan Filantropi Masjid, Kantor Layanan Masjid An-Nur Resmi Dilantik

Di tengah situasi itu, suasana justru mencair karena seloroh ringan. Dr Fenny Apridawati yang merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu lalu berkata, “Naik tangga ben malah sehat.”

Kalimat sederhana itu memancing senyum dan tawa kecil, membuat langkah naik tangga terasa lebih ringan dan penuh keakraban.

Setelah sampai di aula, acara berlangsung hangat dan khidmat. Saya menjalankan tugas sebagai jurnalis—mencatat, mengamati, dan merangkai peristiwa menjadi bahan tulisan. Meski fokus bekerja, saya tetap merasakan atmosfer berbeda karena berada di tengah tokoh-tokoh penting.

Se-Lift dengan Pak Din

Momen yang paling membekas justru terjadi saat acara usai. Ketika hendak pulang, saya kembali menuju lift. Tanpa disangka, saya berada dalam satu lift bersama Din Syamsuddin.

Dalam ruang yang sempit itu, saya berdiri sebagai jurnalis pemula di samping sosok nasional yang selama ini hanya saya lihat di layar berita.

Rasa gugup tentu ada, tetapi lebih dari itu, saya merasakan kebanggaan yang sulit dijelaskan. Saya memilih diam, menikmati momen, dan menyadari bahwa ini adalah pengalaman langka dalam perjalanan saya.

Baca Juga:  Rektor UM Jember Tegaskan Ekoteologi sebagai Jalan Kekhalifahan di Kajian Ramadan PWM Jatim

Perjalanan singkat di dalam lift itu terasa begitu bermakna. Dari awal datang harus naik tangga hingga lantai lima karena listrik padam, hingga pulang satu lift bersama tokoh nasional—semuanya seperti rangkaian cerita yang tidak direncanakan, tetapi justru membekas kuat.

Jurnalis Tagar.co Yekti Pitoyo saat berswafoto bersama Din Syamsuddin (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa dunia jurnalistik bukan hanya soal menulis berita, tetapi juga tentang hadir di tengah peristiwa dan merasakan langsung setiap momennya. Bahkan dari hal-hal sederhana sekalipun, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik.

Bagi saya, ini bukan sekadar cerita liputan. Ini adalah momen tak terlupakan yang akan selalu saya ingat—bahwa setiap langkah kecil dalam perjalanan profesi bisa membawa kita pada pengalaman besar yang tak terduga. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo. Penyunting Darul Setiawan.