Feature

Sukadiono Ajak PDM Kerja Keras di Sisa Periode Kepemimpinan

104
×

Sukadiono Ajak PDM Kerja Keras di Sisa Periode Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini
Sukadiono ajak PDM kerja keras lagi di disa periode kepemimpinan 2022-2027. PDM yang belum mempunyai AUM Kesehatan bisa bermitra dengan PDM lain yang punya lebih besar
Sukadiono ajak PDM kerja keras lagi di sisa periode kepemimpinan 2022-2027 saat Halalbihalal 1447 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Mas Mansur Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (18/4/2026) (Tagar.co/Sugiran)

Sukadiono ajak PDM kerja keras lagi di sisa periode kepemimpinan 2022-2027. PDM yang belum mempunyai AUM kesehatan bisa bermitra dengan PDM lain yang punya kemampuan lebih besar.

Tagar.co – Suasana meriah mewarnai Halalbihalal 1447 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Mas Mansur Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Mengawali kegiatan dengan penampilan Angklung The Sixers Ethnic Symphony dari siswa-siswi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya. Mereka begitu piawai memainkan alat musik tradisional angklung di hadapan peserta Halal Bihalal PWM Jatim.

Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan Muhammadiyah masih punya waktu 1 tahun 8 bulan dalam periode 2022-2027.

“Masih banyak PR yang kita kerjakan, terutama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan PD Aisyiyah. Waktu Pak Ketum Prof. Haedar Nashir sambutan di Magelang, beliau menyampaikan definisi masa depan bukan proyeksi masa lalu dan masa depan, tapi perlu inovasi, imajinasi dan mimpi,” ujarnya.

Sukadiono berharap PDM untuk melakukan inovasi di daerah masing, imanijasi dan mimpi. Dan dia melihat banyak PDM bisa mewujudkan mimpi besar.

Baca Juga:  Idulfitri di Bali, Ini 11 Lokasi Salat Id Muhammadiyah Bali 20 Maret 2026

“PDM Bondowoso, dua pekan lalu, saya meresmikan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso. Jadi selama ini belum ada GDM-nya, dan kini PDM Bondowoso memiliki gedung dakwah cukup besar, dan AUM kesehatan berupa apotek,” ungkapnya.

AUM Kesehatan Biaya Ringan

Di Jatim, lanjutnya, PDM yang belum punya amal ysaha Muhammadiyah (AUM) Kesehatan, kita dorong AUM kesehatan dalam bentuk lain yang biayanya tidak besar.

“Misal apotek Muhammadiyah tidak sampai 1 miliar rupiah biayanya. Jadi Bondowoso dan Situbondo kini sudah memiliki apotek Muhammadiyah,” ucap Sukadiono disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, ini menjadi inspirasi bagi PDM lain. PDM yang di Madura perlu kerja keras, imajinasi dan mimpi. Situbondo dan Bondowoso tak pernah menyerah sehingga bisa terwujud AUM kesehatan.

“Alhamdulillah PDM Situbondo bermitra dengan PDM Lamongan untuk pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) di Situbondo. Jadi jangan menyerah, kita bisa bermitra dengan PDM yang sudah besar. Contoh lain PDM Magetan bermitra dengan RS Aisyiyah Ponorogo sudah punya RSM juga,” jelasnya.

Baca Juga:  Prodi Kedokteran Unmuh Jember Segera Berdiri

Boleh Mimpi Jangan Nekat

Dia memaparkan, PCM Sepanjang dengan holdingnya yang luar biasa, sekarang punya lima RS. Yaitu RS Siti Khodijah, kemudian membeli RS di Sukodono, Jombang, dan Mojokerto. Satu lagi tata kelola RSM Gurah Kediri dibantu RS Sepanjang.

“Insyaallah dengan pola seperti ini, PDM yang belum punya AUM kesehatan, bisa bermitra dengan PDM atau RSM yang mempunyai kemampuan besar,” paparnya.

Dia berpesan, boleh PDM bermimpi tapi jangan terlalu nekat. Jangan tiba-tiba membuat RS. Buat klinik Pratama dulu, baru naik ke tahapan selanjutnya sehingga akhirnya terwujud RSM.

“Kami senang perkembangan beberapa PDM di Jawa Timur. Beberapa daerah perlu kerja keras lagi, dan beberapa daerah perlu mendapatkan perhatian,” tuturnya. (#)

Jurnalis Sugiran.