
Innalillah, Kabar duka meninggalnya Ketua LHKP PWM Jatim Muhammad Mirdasy cepat menyebar di grup-grup warga Muhammadiyah Jatim. Salah satunya di grup Family Gathering Keluarga sang Surya.
Tagar.co – Kabar duka menyelimuti warga dan pimpinan Muhammadiyah di Jawa Timur.
Innalillahi wa innailaihi rajiun. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas meninggalnya Ayahanda Muhammad Mirdasy.
Semoga Allah menerima seluruh amal beliau, diampuni segala dosa, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kabar awal ini dikirimkan oleh salah satu anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Ali Mu’thi pada Senin (6/4/2026) pukul 14.40 WIB.
Tentu saja kabar ini membuat anggota grup Family Gathering (Famgath) Keluarga sang Surya berduka. Ucapan duka terus mengalir dari anggota grup yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Meninggal di RSU UMM
Berita meninggalnya Muhammad Mirdasy juga cepat menyebar di berbagai grup warga Muhammadiyah Jatim. Termasuk beberapa grup WhatsApp warga Muhammadiyah Kabupaten Situbondo.
Muhammad Mirdasy mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meninggal dunia pada Senin, 6 April 2026 pukul 14.22 di RS UMM. Dia meninggal dunia pada usia 56 tahun.
Saat berita ini ditulis, jenazah sudah tiba di rumah duka Jln. Jambu No. 1, Kuti I, Kutorejo, Kec. Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Almarhum merupakan kakak kandung dari Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jatim Muhammad Masrukh. Keduanya putra Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Periode 1987-2000, K.H. Abdurrahim Nur, Lc.
Informasi terakhir yang diterima Tagar.co, pemakaman berlangsung pada hari ini juga sekitar pukul 19.30 WIB. (#)
Jurnalis Sugiran.












