Feature

Kolaborasi Baznas–Lazismu Percepat Penanganan Adi Nugroho hingga Siap Operasi

48
×

Kolaborasi Baznas–Lazismu Percepat Penanganan Adi Nugroho hingga Siap Operasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, Drs. Ec. Ahmad Saleh, MM bersama Tim Lazismu secara langsung menyerahkan bantuan di ruang Darul Ma’wa kelas 3 lantai 2 nomor T3, RS Siti Hajar, Jalan Raden Patah No. 70–72 Sidoarjo. (Berlian/Tagar.co)

Sinergi Baznas dan Lazismu mempercepat penanganan Adi Nugroho. Dari temuan lapangan hingga operasi, kendala biaya dan administrasi berhasil diatasi secara cepat dan terkoordinasi.

Tagar.co — Respons cepat kembali membuktikan perannya sebagai penentu dalam penanganan kasus darurat. Komitmen Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar—akrab disapa Gus Jazuk—berujung pada tersedianya perawatan intensif bagi Adi Nugroho, seorang pasien yang sebelumnya terhambat akses medis akibat kendala administrasi.

Kisah ini bermula dari kunjungan lapangan yang sejatinya tidak berkaitan langsung dengan kesehatan. Pada Rabu (14/4/2026), Gus Jazuk melakukan survei program bedah rumah di kediaman Yuli Trisnowati (66), pensiunan guru di Sidoarjo. Namun, di balik agenda tersebut, ia menemukan kondisi darurat: Adi Nugroho, anggota keluarga, tengah sakit serius dan membutuhkan tindakan operasi segera.

Baca juga: Sinergi Zakat Mengubah Nasib: Kisah Pensiunan Guru dan Gerak Cepat Gus Jazuk

Temuan itu langsung mengubah arah prioritas. Tanpa menunda, Gus Jazuk menginstruksikan penanganan cepat melalui kolaborasi dengan Lazismu. Dalam hitungan jam di hari yang sama, tim Lazismu bergerak mendampingi pasien menuju RS Siti Hajar untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Baca Juga:  Lewat Lazismu, SMP Al-Islam Krian Salurkan Donasi Banjir Sumatra dan Aceh Rp13,8 Juta

Sejak saat itu, Adi Nugroho menjalani perawatan intensif dengan pendampingan penuh—tidak hanya secara medis, tetapi juga administratif. Tim Lazismu memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari pengurusan rumah sakit hingga aktivasi kembali BPJS yang sempat menjadi kendala utama.

Hasil pemeriksaan lanjutan seperti USG dan CT scan mengonfirmasi kondisi yang membutuhkan tindakan operasi segera. Saat ini, Adi telah memasuki fase persiapan operasi, termasuk menjalani puasa praoperasi sebagai bagian dari prosedur medis standar.

Di balik percepatan penanganan ini, terdapat pembagian peran yang jelas dalam kolaborasi dua lembaga. Lazismu fokus pada aspek pendampingan teknis dan administrasi pasien, sementara Baznas mengambil peran dalam pembiayaan.

Intervensi konkret terlihat pada Jumat (17/4/2026), ketika Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, Ahmad Saleh, menyerahkan bantuan sebesar Rp3 juta langsung di ruang perawatan pasien. Dana tersebut digunakan untuk melunasi tunggakan premi BPJS serta denda perawatan—dua faktor yang sebelumnya menghambat akses layanan kesehatan bagi keluarga.

Ahmad Saleh menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program “Sidoarjo Sehat”, salah satu dari lima program unggulan Baznas Sidoarjo yang berfokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga:  Rektor UM Jember Tegaskan Ekoteologi sebagai Jalan Kekhalifahan di Kajian Ramadan PWM Jatim

“Sinergi dengan Lazismu memperluas jangkauan penanganan dan mempercepat penyelesaian masalah sosial di masyarakat,” ujarnya.

Kasus Adi Nugroho menjadi ilustrasi konkret bagaimana kolaborasi lintas lembaga tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga menutup celah sistemik—terutama dalam situasi darurat kesehatan. Di tengah kompleksitas akses layanan medis, kehadiran jejaring sosial yang responsif terbukti mampu menjadi pembeda antara keterlambatan dan keselamatan. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni