Feature

Ratusan Warga Lintas Negara Hadiri Pengukuhan PCIM–PCIA Malaysia di IIUM

102
×

Ratusan Warga Lintas Negara Hadiri Pengukuhan PCIM–PCIA Malaysia di IIUM

Sebarkan artikel ini
Dari Perlis, Pulau Pinang hingga Thailand, mereka datang menguatkan persyarikatan. PCIM–PCIA Malaysia periode 2026–2028 dikukuhkan dengan pesan besar tentang dakwah dan kesejahteraan umat.
Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. dalam pengukuhan PCIM dan PCIA Malyasia di Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor, Malaysia, Ahad (11/1/2026) (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Dari Perlis, Pulau Pinang hingga Thailand, mereka datang menguatkan perserikatan. PCIM–PCIA Malaysia periode 2026–2028 dikukuhkan dengan pesan besar tentang dakwah dan kesejahteraan umat.

Tagar.co — Cuaca cerah Ahad pagi (11/1/2026) seolah menyambut langkah ratusan warga Muhammadiyah yang berduyun-duyun memadati Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor, Malaysia.

Mereka datang dari berbagai penjuru—Perlis, Pulau Pinang, hingga Thailand—untuk menghadiri pengukuhan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia periode 2026–2028.

Baca juga: Fauzi Fatkhur dan Dini Handayani Terpilih Memimpin PCIM dan PCIA Malaysia 2025–2027

Suasana khidmat menyelimuti auditorium saat jajaran pimpinan baru PCIM dan PCIA Malaysia mengucapkan sumpah amanah di hadapan sekitar 350 tamu undangan.

Jajaran PCIM Malaysia dikukuhkan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., sementara jajaran PCIA Malaysia dikukuhkan oleh Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Umum PP Aisyiyah.

Dari Perlis, Pulau Pinang hingga Thailand, mereka datang menguatkan persyarikatan. PCIM–PCIA Malaysia periode 2026–2028 dikukuhkan dengan pesan besar tentang dakwah dan kesejahteraan umat.
Anggota PCIM Malyasia usai dikukuhkan di Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor, Malaysia, Ahad (11/1/2026) (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Dalam amanatnya, Agung Danarto menegaskan bahwa PCIM tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi warga Muhammadiyah di perantauan, tetapi juga berperan strategis sebagai duta perserikatan dan jembatan komunikasi antara Muhammadiyah dan berbagai institusi di Malaysia.

Baca Juga:  Korban Luka Bakar di Malaysia Dipulangkan, Kisah Siti Khotijah dan Gerak Cepat Lazismu PCIM

“Tujuan awal Muhammadiyah adalah saling tolong-menolong, saling menguatkan dalam kebaikan, agar kita tetap istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Itulah tujuan gerakan Muhammadiyah: mengantar kita menuju pintu surga,” tegas Agung.

Ia menambahkan, kerja sama dan tolong-menolong harus terus dikembangkan, termasuk dalam bidang ekonomi dan pendidikan, demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Dalam konteks itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan dukungan penuh terhadap cita-cita PCIM Malaysia untuk mendirikan Sekolah Internasional Muhammadiyah Malaysia.

“PCIM Malaysia sangat tepat untuk mengembangkan sekolah internasional. Itu sejalan dengan tujuan Muhammadiyah: hidup sejahtera untuk semua,” ujarnya.

Dari Perlis, Pulau Pinang hingga Thailand, mereka datang menguatkan persyarikatan. PCIM–PCIA Malaysia periode 2026–2028 dikukuhkan dengan pesan besar tentang dakwah dan kesejahteraan umat.
Sekretaris Umum PP Aisyiyah Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si. dalam pengukuhan PCIM dan PCIA Malyasia di Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor, Malaysia, Ahad (11/1/2026) (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Sayap Perempuan

Sementara itu, Tri Hastuti Nur Rochimah, dalam amanatnya menekankan pentingnya peran PCIA sebagai sayap perempuan Muhammadiyah yang membawa semangat perempuan berkemajuan.

“’Aisyiyah memang organisasi otonom Muhammadiyah, memiliki kemandirian dalam mengelola bidang-bidang yang sejajar dengan Muhammadiyah, tetapi tetap dalam satu tujuan perjuangan,” tuturnya.

Acara pengukuhan ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan tamu kehormatan, di antaranya Diyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris PP ’Aisyiyah), Ir. Tamhid Masyhudi (Wakil Ketua PWM Jawa Timur), Drs. H. Shodikin, M.Pd. (Ketua PDM Lamongan), Subagio, S.E. (Bendahara PDM Lamongan), para penasihat PCIM dan PCIA Malaysia, serta perwakilan berbagai paguyuban dan komunitas Muhammadiyah di Malaysia.

Baca Juga:  Silaturahmi Diaspora Wotan di Malaysia, Kepala Desa Hadir Perkuat Ikatan Warga
Anggota PCIA Malyasia usai dikukuhkan di Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor, Malaysia, Ahad (11/1/2026) (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Turut hadir pula jajaran KBRI Kuala Lumpur, antara lain Akhmad Baihaqie (Minister Counselor Konsuler), Brigjen Pol. Tofik Ismail (Atase Riset), Aziza Rahmaniar Salam (Atase Perdagangan), dan Harry Ayusman (Atase Ketenagakerjaan), serta perwakilan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Hadir pula tokoh-tokoh organisasi masyarakat, seperti H. Abu Fitroh Md Zahir Dzahir (Muhammadiyah Pulau Pinang), Ahmad Fahmi Mohd Samsuddin (Presiden ABIM Malaysia), Dato’ Haji Ismail Ahmad (Presiden Persatuan Cendekiawan Minangkabau Malaysia), Ahmad Yani Abd Manaf (Penerbitan Al-Qur’an Karangkraf), serta perwakilan AOMI, PCI NU Malaysia, GP Ansor Malaysia, PCI Muslimat NU Malaysia, PCI Fatayat NU Malaysia, dan Serikat Buruh Migran Indonesia di Malaysia.

Pengukuhan ini menandai dimulainya masa khidmat baru kepemimpinan PCIM dan PCIA Malaysia, dengan harapan semakin memperkokoh peran Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni