
Musycab V di Rumah Hamka Malaysia menetapkan Fauzi Fatkhur dan Dini Handayani sebagai pemimpin PCIM dan PCIA 2025–2027, membawa semangat sinergi dan kolaborasi di negeri jiran.
Tagar.co – Suasana kebersamaan memenuhi Rumah Hamka Malaysia, Gombak, Batu Caves, Selangor, Ahad (26/10/2025). Di tempat yang menjadi simbol perjuangan dakwah perantauan itu, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 sebagai bagian dari ketertiban organisasi dan penyegaran kepemimpinan.
Sekitar 200 peserta hadir sebagai delegasi dari 10 Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan 5 Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah. Para penasihat PCIM–PCIA Malaysia, peninjau dari unsur IMM Malaysia, serta tamu istimewa dari KBRI Kuala Lumpur turut menyemarakkan forum lima tahunan ini.

Apresiasi KBRI untuk Dakwah Diaspora
Musycab dibuka secara resmi oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Wishnu Krisnamurti, yang hadir mewakili Duta Besar RI.
“Atas nama Pak Hermono, Duta Besar Republik Indonesia, beliau menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung. Saat ini beliau mendampingi Presiden dalam Sidang Kemuncak ASEAN Ke-47,” ujarnya.
Wishnu juga menyampaikan apresiasi KBRI atas kiprah PCIM dan PCIA Malaysia dalam memajukan masyarakat Indonesia di berbagai bidang.
“Tema yang diusung kali ini sungguh luar biasa: Menguatkan Sinergi, Kolaborasi, dan Inovasi untuk Gerakan Islam Berkemajuan. Kami berharap kepengurusan yang terpilih dapat semakin memperkuat hubungan dengan KBRI dan berbagai elemen bangsa, demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Terpilih Kembali
Melalui sidang pleno, Musycab memilih sembilan anggota formatur PCIM Malaysia: Aunilla Ahmad, Muntamakhin, Ahmad Azam, Fauzi Fatkhur, Darsun Safuan, Zeldi Suryadi, Ahmad Fathoni, Ikhwan Fauzi Nasution, dan Zulfan Haedar
Rapat formatur kemudian menetapkan Fauzi Fatkhur sebagai Ketua dan Aunilla Ahmad sebagai Sekretaris PCIM Malaysia periode 2025–2027.
Mengemban kembali amanah sebagai ketua, Fauzi menyampaikan tekadnya memperkuat kinerja organisasi.
“Amanah ini berat bagi saya, tetapi dengan kerja kolektif dan bimbingan para sesepuh serta penasihat PCIM Malaysia, insya Allah kita mampu melanjutkan kemajuan gerakan ini,” ungkapnya.

Kepemimpinan Baru PCIA Malaysia
Di ruang sidang terpisah, PCIA Malaysia juga memilih tujuh anggota formatur: Nita Masyitah; Dini Handayani, Nurul Octavia, Nuriyatun Nafi’a, Renggo, Umi Kalsom, dan Harzuli Astutik.
Hasil rapat formatur memutuskan Dr. Dini Handayani sebagai Ketua dan Umi Kalsom sebagai Sekretaris PCIA Malaysia periode 2025–2027.
Dalam sambutan perdananya, Dini yang menggantikan Nuriyatun Nafi’ah itu tak menyangka atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya belum bisa banyak berucap. Terima kasih atas amanah ini. Mohon dukungan semua pihak untuk menunaikannya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Musycab Ke-5 PCIM dan PCIA Malaysia ini bukan hanya forum memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat gerakan dakwah diaspora: merawat ukhuah, memperluas kolaborasi, dan memastikan nilai-nilai Islam berkemajuan terus mewarnai kontribusi warga Muhammadiyah di Malaysia.
Dari perantauan, gagasan kebangsaan dan keumatan itu terus hidup — untuk Indonesia dan untuk dunia. (#)
Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni












