
Digelar secara daring pada Ahad, 8 Februari 2025, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Unisa Yogyakarta dan langsung memenuhi kuota Zoom sejak awal kegiatan.
Tagar.co – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar Pelatihan Video Editing secara daring pada Ahad, 8 Februari 2025.
Antusiasme peserta begitu tinggi. Sejak ruang Zoom dibuka pukul 20.00 MYT atau 19.00 WIB, peserta langsung masuk berbondong-bondong hingga kuota maksimal 100 orang terpenuhi dalam waktu singkat.
Baca juga: Ratusan Warga Lintas Negara Hadiri Pengukuhan PCIM–PCIA Malaysia di IIUM
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, yakni Hari Akbar Sugiantoro (Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi) dan Paris Muhammad (Staf Humas). Moderator acara, Aditya Pratama, menyebut kedua pemateri sebagai figur yang sangat kompeten di bidangnya, dengan rekam jejak prestasi dan berbagai penghargaan.
Ketua MPI PCIM Malaysia, Mundzirin Mukhtar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja MPI yang dikolaborasikan dengan Prodi Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta.
“Meskipun seluruh pimpinan belum menggelar rapat kerja, MPI tidak bisa berdiam diri. MPI adalah corong organisasi yang bertanggung jawab mencitrakan organisasi secara efektif dan disiplin,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini melahirkan karya-karya kreatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap para peserta dapat memetik ilmu sebanyak-banyaknya dari para ahli, sehingga mampu menghasilkan karya yang kreatif dan bermanfaat. Terima kasih kepada para narasumber, Prodi Ilmu Komunikasi Unisa, dan seluruh peserta,” ujarnya.

Peran Strategis MPI
Wakil Ketua PCIM Malaysia yang membidangi MPI, Zeldi Suryadi, menegaskan peran strategis MPI sebagai unsur pembantu pimpinan dan ujung tombak organisasi dalam menyiarkan berbagai kegiatan PCIM Malaysia. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini.
Menurutnya, di era digital, kemampuan menyunting video bukan lagi sekadar hobi, melainkan keterampilan krusial untuk menyampaikan pesan secara efektif melalui media visual.
“MPI memang luar biasa. Selamat untuk tim MPI. Programnya sangat bermanfaat dan pesertanya ramai. Kegiatan seperti ini harus berlanjut ke seri-seri berikutnya,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua PCIM Malaysia, Fauzi Fatkhur. Ia mengaku bangga atas terselenggaranya pelatihan tersebut meskipun pimpinan belum menggelar rapat kerja secara resmi.
“MPI sudah mulai menggarap program kerjanya. Ini sangat positif dan mudah-mudahan diikuti oleh majelis-majelis yang lain. Tahniah untuk MPI, dan terima kasih kepada para narasumber serta Unisa,” tuturnya.

Sesi materi dibuka oleh Hari Akbar Sugiantoro yang menguatkan pandangan bahwa MPI memegang peran penting sebagai corong organisasi dalam menyebarluaskan aktivitas PCIM. Ia berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata dan dapat dilanjutkan pada sesi-sesi berikutnya.
Sementara itu, Paris Muhammad menyampaikan materi dengan gaya santai, komunikatif, dan mudah dipahami peserta. Ia memaparkan teknik dasar hingga praktik penting dalam video editing secara sistematis dan aplikatif.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan mengalir dari warga PCIM dan PCIA Malaysia, bahkan dari peserta Unisa Yogyakarta. Hingga acara berakhir, peserta tetap bertahan di ruang Zoom. Beberapa peserta bahkan menyampaikan keluhan karena tidak kebagian akses akibat keterbatasan kuota.
Tingginya minat ini menjadi penanda kuat bahwa pelatihan video editing yang digagas MPI PCIM Malaysia benar-benar relevan dengan kebutuhan dakwah dan penguatan literasi media di era digital. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












