Feature

Menimba Inspirasi di Pulau Seribu Masjid: Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik Studi Banding ke Lombok

623
×

Menimba Inspirasi di Pulau Seribu Masjid: Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik Studi Banding ke Lombok

Sebarkan artikel ini
Foskam SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik setelah keluar dari Bandara Internasional Lombok, Senin (12/1/2026). (Tagar.co/Nurkhan)

Mengawali tahun 2026, para kepala SD dan MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik melakukan studi banding ke Lombok sebagai upaya memperkuat kepemimpinan, jejaring, dan mutu pendidikan berkemajuan.

Tagar.co — Suasana Senin (12/1/2026) dini hari masih pekat ketika rombongan Forum Silaturahmi Kepala Madrasah (Foskam) SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik mulai berkumpul.

Tepat pukul 02.00 WIB, satu per satu peserta tiba di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, titik kumpul keberangkatan yang sejak awal telah disepakati. Padahal, rencana semula berpusat di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.

Meski waktu masih berada di jam-jam sunyi, wajah-wajah cerah penuh antusiasme tampak jelas. Raut optimisme dan kehangatan persaudaraan mengiringi pertemuan para kepala SD dan MI Muhammadiyah se-Gresik, menandai kuatnya semangat kebersamaan dalam menapaki awal tahun 2026.

Baca juga: Rapat Koordinasi Foskam Gresik Matangkan Agenda Studi Banding ke NTB

Menggunakan armada bus, rombongan bergerak menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Perjalanan darat berlangsung tertib dan akrab. Di sepanjang perjalanan, canda ringan, obrolan reflektif seputar pendidikan, hingga doa-doa perjalanan mengalir alami, menciptakan suasana hangat yang mempererat ukhuwah.

Baca Juga:  Bismillah di Udara: Pengalaman Pertama Seorang Guru Naik Pesawat

Momentum tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Setibanya di Bandara Juanda, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat udara. Bagi sebagian peserta, penerbangan lintas pulau ini menjadi pengalaman yang berkesan, sekaligus simbol keluasan langkah dan wawasan dalam memimpin sekolah dan madrasah.

Penerbangan berlangsung lancar. Rombongan akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, disambut udara segar dan panorama khas Nusa Tenggara Barat—Pulau Seribu Masjid.

Tanpa berlama-lama, rombongan melanjutkan agenda awal perjalanan. Rasa lelah akibat perjalanan panjang seolah sirna saat disambut hangatnya pagi Lombok yang bersahabat. Tujuan pertama adalah Restoran Cahaya Bil, rumah makan khas Lombok yang terletak tidak jauh dari kawasan bandara.

Di tempat inilah para peserta menikmati sarapan pagi bersama, mengawali hari dengan penuh kebersamaan. Menu utama yang tersaji adalah Nasi Balap Puyung, kuliner legendaris Lombok yang terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan autentik.

Baca Juga:  Menko Pangan Tinjau Koperasi dan Stabilitas Harga di Gresik

Perpaduan nasi hangat, ayam suwir berbumbu khas, sambal pedas, kacang kedelai goreng, serta lauk pelengkap lainnya menjadi suguhan istimewa yang langsung meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Sarapan tersebut bukan sekadar mengisi energi, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita, tawa, dan kehangatan. Dari meja-meja sederhana itu, semangat perjalanan semakin menguat untuk melanjutkan rangkaian agenda dengan hati yang hangat dan pikiran yang segar.

Ketua Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik, Kholiq Idris, mengaku sangat merasakan kuatnya semangat ukhuwah di antara para kepala SD dan MI Muhammadiyah.

“Tidak ada sekat antara SD dan MI Muhammadiyah di Kabupaten Gresik. Selain sebagai penyegaran, kegiatan ini menjadi sarana silaturahim, refleksi, dan penguatan visi bersama untuk memajukan pendidikan SD/MI Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap keindahan alam Lombok.

“Alam Lombok luar biasa. Ditambah lagi sarapan khas nasi balap puyung yang menambah energi dan semangat untuk melanjutkan agenda kegiatan,” katanya.

Perjalanan Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik di Lombok pun resmi dimulai, membawa harapan agar setiap langkah menjadi bekal berharga bagi penguatan kepemimpinan dan kemajuan sekolah serta madrasah Muhammadiyah di masa depan. (#)

Baca Juga:  Bintang Muda SD Muhammadiyah Melirang Siap Jadi Pemimpin Berakhlak

Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni