Feature

Ketua PDM Magetan Ungkap Jejak Sejarah Kedekatan Muhammadiyah–PDI Perjuangan

301
×

Ketua PDM Magetan Ungkap Jejak Sejarah Kedekatan Muhammadiyah–PDI Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Ketua PDM Magetan, Dr. Samsul Hidayat, S.Pd, M.Pd (kanan) menyerahkan buku sejarah Muhammadiyah Magetan kepada Wakil Ketua DPC PDIP Magetan, Joko Suyono, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 PDI Perjuangan, yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Jalan Raya Sukomoro–Maospati, Sabtu pagi (10/1/2026). (Tagar.co/Akbar Al Azzam)

Ketua PDM Magetan mengungkap jejak sejarah hubungan KH Ahmad Dahlan dan Bung Karno sebagai fondasi silaturahim Muhammadiyah dan PDI Perjuangan dalam menjaga persatuan bangsa.

Tagar.co — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Magetan, Samsul Hidayat, mengungkapkan kisah hubungan historis yang erat antara Muhammadiyah dan PDI Perjuangan saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 PDI Perjuangan, yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Jalan Raya Sukomoro–Maospati, Sabtu pagi (10/1/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan itu, Samsul mengisahkan bahwa kedekatan kedua elemen bangsa tersebut berakar dari pertemuan bersejarah antara K.H. Ahmad Dahlan dan H.O.S. Cokroaminoto di kawasan Peneleh, Surabaya.

Baca juiga: Lazismu Magetan Menjadi Titik Temu Kepedulian Masyarakat

“Awal mula kedekatan itu terjadi ketika K.H. Ahmad Dahlan berkunjung ke rumah HOS Cokroaminoto di Jalan Peneleh Gang VII Surabaya,” tutur Samsul.

Ia melanjutkan, di rumah itulah Sukarno muda kerap berdiskusi dengan K.H. Ahmad Dahlan mengenai kondisi bangsa. Bung Karno, menurut Samsul, sangat mengagumi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan, terutama gagasan-gagasannya yang visioner di bidang pendidikan dan sosial.

Baca Juga:  SMA Double Track 2026: Jatim Siapkan Lulusan SMA Lebih Terampil dan Mandiri

“Bung Karno melihat adanya kesamaan pemikiran dan gagasan dengan Kiai Dahlan. Bagi beliau, Kiai Dahlan adalah sosok visioner yang membawa nilai Islam yang berkemajuan, terutama dalam dunia pendidikan,” ujarnya panjang lebar.

Samsul menegaskan, kedekatan historis tersebut menjadi dasar kuat bagi Muhammadiyah untuk terus menjaga hubungan baik dengan PDI Perjuangan sebagai sesama elemen strategis bangsa.

“Ketika menerima undangan dari DPC PDI Perjuangan Magetan, saya menyempatkan hadir sebagai bentuk ikhtiar menjaga sinergisitas dan silaturahim. Kita semua adalah aset bangsa,” kata pria kelahiran Madiun dan alumnus S2 Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Dalam momentum tersebut, Ketua PDM Magetan menghadiahkan buku Sejarah Muhammadiyah Magetan berjudul Sang Surya dari Timur Lawu: Euforia Muhammadiyah Magetan dari Era Reformasi kepada jajaran DPC PDI Perjuangan Magetan.

“Buku ini disusun selama dua tahun, mulai 2020 hingga 2022. Isinya memuat sejarah lengkap Muhammadiyah Magetan sejak 1940 hingga pascareformasi, termasuk sejarah cabang dan organisasi otonom,” jelas Samsul yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Jetis, Ponorogo.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Muhammadiyah Lamongan Megilan, Islam Berkemajuan Hadir Nyata

Ia berharap, buku tersebut menjadi jembatan penguat persaudaraan dan kerja sama dalam menjaga keutuhan NKRI, khususnya menciptakan kondusivitas Kabupaten Magetan yang aman, tenteram, maju, dan sejahtera.

“Semoga buku ini menjadi penyambung ikatan antara Muhammadiyah dan PDI Perjuangan Magetan,” pungkasnya.

Peringatan HUT Ke-53 PDI Perjuangan Magetan berlangsung khidmat dan meriah. Sejumlah tokoh lintas elemen turut hadir.

\Di antaranya Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Joko Suyono, Ketua Bawaslu Magetan M. Kilat Adinugroho, Komisioner Bawaslu Purwanto, perwakilan organisasi masyarakat Islam, pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan, anggota DPRD Magetan Fraksi PDI Perjuangan, Satgas Cakra Buana, hingga anggota Paskibraka.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan terpilih, Diana Amaliyah Verawatiningsih, tidak dapat hadir karena menghadiri agenda serupa di DPP PDI Perjuangan.

Jurnalis Azzam Al Akbar Penyunting Mohammad Nurfatoni