Feature

English Camp Gondanglegi Berakhir Meriah, Santri Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Umum

49
×

English Camp Gondanglegi Berakhir Meriah, Santri Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Umum

Sebarkan artikel ini
penutupan English Camp Periode Agustus 2025

Enam hari berproses di kelas, satu malam penuh sorak dan tepuk tangan. Penutupan English Camp Agustus 2025 di PEM Gondanglegi menghadirkan tamu spesial dari Afrika yang membakar semangat santri untuk tampil percaya diri.

Tagar.co – Suasana Aula Gedung Madina lantai 3, Sabtu malam (9/8/2025), terasa hangat dan penuh energi. Di ruangan berdesain modern dengan dinding kaca besar di sisi kiri-kanan, ratusan santri duduk rapi di lantai, berbaris memanjang hingga memenuhi aula. Panggung di ujung ruangan menampilkan layar besar bertuliskan “English Camp in Action”, dikelilingi cahaya lampu yang terang benderang.

Malam itu adalah penutupan English Camp Periode Agustus 2025 bertema “Expressing Your English”. Selama enam hari—mulai Senin (4/8) hingga Sabtu (9/8)—lebih dari 300 peserta dari tingkat SMP hingga SMK mengikuti rangkaian pelatihan intensif ini.

Tahun ini, English Camp menghadirkan nuansa baru dengan kehadiran tamu istimewa dari Afrika, Mr. Yusuf Kamara. Kehadirannya menjadi magnet perhatian sekaligus motivasi nyata bagi para santri untuk berani berbicara bahasa Inggris dan mengasah keterampilan public speaking.

Hangatnya Malam Penutupan

Acara dimulai selepas salat Isya. MC internal, Selma Rizky Amalia, S.H., membuka kegiatan dengan penuh semangat. Selanjutnya, panggung diambil alih oleh MC utama, Ms. Dina Fatmasari dan Mr. Eko Sulistiono, yang membawakan acara dengan interaktif dan komunikatif. Sorot lampu panggung berpadu dengan tawa dan tepuk tangan penonton, menciptakan suasana yang akrab namun tetap berkesan formal.

Baca Juga:  Santri PEM Gondanglegi Raih Hasil Membanggakan di Olimpycad Makassar

Mr. Yusuf Kamara tampil sebagai pembicara utama. Dengan gaya tenang namun penuh wibawa, ia membagikan kisah perjalanan hidupnya yang sarat pelajaran. Ia menegaskan pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai modal berharga di masa depan, sembari menanamkan keyakinan bahwa setiap orang mampu meraihnya jika terus berlatih.

Kreativitas Santri Memikat Penonton

Panggung kemudian dipenuhi penampilan kreatif dari tiap kelas: pidato, drama, pembacaan puisi, pembacaan berita, product review, hingga story telling. Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali penampil mengakhiri aksinya, menambah rasa percaya diri para santri.

Bagi Angelina Maysa Farras, pengalaman mengikuti English Camp kali ini sangat berharga.

“Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga membuat saya lebih berani berbicara di depan banyak orang. Saya jadi termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris,” ungkapnya.

Apresiasi dan Perpisahan

Menutup acara, panitia memberikan penghargaan dalam enam kategori: Best Performance, Best Creativity, Best Talent, Best Stage Presence, Best Humor, dan Most Energetic Performance. Sorak gembira mengiringi setiap pemenang yang maju ke panggung.

Baca Juga:  Nabi Musa, Laut Terbelah, dan Presisi Waktu Ilahi: Membaca Kembali Mukjizat di Era Sains

Akhirnya, seluruh peserta dan panitia berkumpul untuk foto bersama. Tepuk tangan dan sorak-sorai memenuhi aula, menandai berakhirnya English Camp yang tak hanya memperkuat kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membentuk mental berani tampil di depan umum—bekal penting bagi masa depan para santri. (#)

Jurnalsi Apriliyani Nuryatin Nadhifah Penyunting Mohammad Nurfatoni