
Lima santri dari PEM Gondanglegi dan PPI AMF Malang berangkat ke Shenzhen, Cina, untuk mengikuti International Youth Robot Competition (IYRC) 2025, ajang robotik internasional yang menantang kreativitas, inovasi, dan kemampuan STEM generasi muda Indonesia.
Oleh K.H. Pahri, S.Ag., MM Direktur PEM Gondanglegi dan Kepala SMP-SMA PPI Abdul Malik Fadjar
Tagar.co – Hari ini, saya mendampingi santri Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi dan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang menuju Shenzhen, Cina.
Dari PEM Gondanglegi ikut Anggi Pramudita, Pradipa Raditri Haryanto, dan Array Arasy Firdaus Kemal. Sedangkan dari PPI AMF, ikut Naqib Alwi Okbah dan Reghan Athaya Suan
Kedatangan kami di Shenzhen bertujuan untuk mengikuti International Youth Robot Competition (IYRC) 2025, ajang kompetisi robotik internasional bergengsi yang mempertemukan inovator muda dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, sebanyak 40 negara siap bertanding dalam kompetisi robotik ini.
Sebagai Direktur Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, sekaligus Kepala Sekolah SMP-SMA Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), saya berharap partisipasi santri dalam kompetisi ini dapat meningkatkan minat mereka terhadap Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan semangat bertukar budaya serta menyediakan platform bagi pelajar dari berbagai negara untuk berinteraksi, berbagi ide, dan membangun jejaring internasional.
IYRC China 2025 akan berlangsung selama dua hari, yakni 20–21 Desember 2025, bertempat di Shenzhen, kota yang dikenal sebagai “Silicon Valley” Tiongkok dan pusat teknologi hardware dunia. Kompetisi robotik ini mempertandingkan berbagai kategori yang disesuaikan dengan jenjang usia, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah Atas.
Di antara kategori yang dilombakan:
-
Wandering Planet 2: Berdasarkan video demonstrasi resmi, kategori ini menantang peserta untuk menyelesaikan misi robotik bertema eksplorasi luar angkasa (khusus tingkat Middle & High School).
-
Creative Design: Peserta diminta merancang robot inovatif untuk menyelesaikan masalah spesifik dalam kehidupan sehari-hari atau isu global.
-
Humanoid and Soccer: Pertandingan robot humanoid atau robot beroda yang diprogram untuk bermain sepak bola secara otonom maupun manual.
-
Coding and AI: Fokus pada kemampuan pemrograman robot untuk menavigasi lintasan kompleks menggunakan sensor canggih.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang robotik, saya juga akan mengajak kelima santri mengikuti Robot Tour, kunjungan ke perusahaan teknologi ternama di Shenzhen; International Youth Forum, sesi berbagi pengalaman antar-instruktur dan ahli robotika dunia; serta Science Experiment, workshop interaktif bagi peserta untuk mempelajari teknologi robotika terbaru.
Sebelum berlaga di IYRC Cina 2025, peserta didik kami telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, termasuk persiapan robot, komponen robot sesuai regulasi terbaru IYRC, biasanya menggunakan kit My Robot Time atau setara. Latihan intensif pun dilakukan, dengan fokus pada coding dan mekanik, mengingat standar kompetisi di China sangat kompetitif secara teknis.
Semoga santri kami dapat meraih prestasi terbaik, mengharumkan nama PEM Gondanglegi, PPI AMF, dan Indonesia di kancah robotik dunia. (#)
Kuala Lumpur, 19 Desember 2025
Penyunting Mohammad Nurfatoni












